Beranda ENERGI Kelistrikan Terapkan Energi Ramah Lingkungan, PLN Gandeng Perusahaan Listrik Perancis

Terapkan Energi Ramah Lingkungan, PLN Gandeng Perusahaan Listrik Perancis

Jakarta-TAMBANG. PT PLN (Persero) telah menyepakati perjanjian kerja sama dengan perusahaan listrik dari Perancis Electricité de France (EDF) dan Agence Fracaise de Developpement (AFD).

 

“Kemitraan antara PLN dan EDF ini untuk berbagi keahlian yang bertujuan untuk pembangunan sektor kelistrikan yang tangguh dan menghasilkan emisi karbon yang rendah di Indonesia,” kata Manajer Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto dalam keterangan tertulis, Kamis (12/2).

 

Kemitraan antara PLN dan EDF ini juga saling berbagi keahlian untuk menghasilkan emisi karbon yang rendah di Indonesia. Program tersebut dibiayai melalui dana hibah sebesar 500 ribu euro atau sekitar Rp7,2 miliar.

 

Dana Hibah itu bagian dari pendanaan Perancis untuk keahlian teknis dan pertukaran pengalaman (French Fund for Technical Expertise and Exchange of Experience/FEXTE) yang dikelola oleh AFD dan Departemen Ekonomi Kedutaan Besar Perancis.

 

Pembiayaan ini sesuai dengan mandat AFD di Indonesia, yakni untuk mempromosikan green and inclusice growth, pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan. PLN merupakan operator utama dalam pelaksanaan kebijakan iklim dan energi dari Pemerintah Indonesia.

 

Dalam hal ini, PLN dan AFD selama beberapa tahun telah menjalin hubungan yang baik dan AFD melalui pinjamannya membiayai beberapa proyek untuk pengembangan kegiatan PLN, terutama di bidang energi terbarukan.

 

Direktur Perencanaan dan Pembinaan Afiliasi, Maurtaqi Syamsuddin mengatakan PLN dan AFD memiliki hubungan yang baik. Beberapa kali dana telah digulirkan oleh AFD untuk proyek pengembangan PLN. Dengan adanya kerjasama itu, lanjut dia, kedua perusahaan listrik dapat bertukar pengalaman dan dan best practice tentang sistem perencanaan dan operasi, pemasaran dan regulasi manajemen risiko.

 

Sebelumnya, dikatakan Maurtaqi, PLN dan EDF telah melakukan praidentifikasi di sembilan sub area yang pada masing-masing sub area akan dilakukan diagnosis, rekomendasi, dan seminar diskusi. Fokusnya adalah sistem operasi dan perencanaan pada sistem Jawa-Bali, sedangkan Sumatra keahlian pada gangguan dinamis pada sistem teknologi High Voltage Direct Current (HVDC).

 

Selain itu, interaksi dengan otoritas regulasi dan stakeholder power system lainnya, serta optimasi dan areas of concerns jaringan terisolasi di pulau-pulau. Kemudian, peningkatan keandalan jaringan distribusi, desain dan engineering assistance, masalah stabilitas tegangan, serta perhitungan transformer paralel dan konsekuensi teknis.

 

Inisiatif itu akan menjadikan kemitraan jangka panjang antara kedua pihak dengan transfer pengetahuan dari produsen dan pemasok listrik di Prancis kepada perusahaan listrik di Indonesia tentang keahlian di bidang operasi jaringan listrik dan electrical engineeringpada umumnya. Kemitraan diharapkan menandai awal kerja sama yang kuat dan berjangka panjang,” tegas Murtaqi

 

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Perencanan dan Pembinaan Afiliasi PLN, Murtaqi Syamsuddin, perwakilan EDF, Mr. Gerard Szabason dan Country Director AFD Mr. Ghislain de Valon selaku pihak pengelola pembiayaan, di kantor Kementerian Maritim, Jakarta, kemarin (11/2).

 

Penandatanganan disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Indroyono Soesilo dan Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Corinne Breuze.

Artikulli paraprakPemerintah Samakan Patokan Harga Pasir Besi dan Bijih Besi
Artikulli tjetërBatu Bara: Rusia Incar Kawasan Asia Pasifik