Beranda Safety Terjadi Fatality, Operasi Tambang PT Vale Dihentikan Sementara

Terjadi Fatality, Operasi Tambang PT Vale Dihentikan Sementara

Jakarta, TAMBANG – Salah satu karyawan PT Multitama Indonesia, kontraktor tambang PT Vale Indonesia, meninggal dunia karena kecelakaan kerja pada Jumat (21/10). Akibat insiden ini operasi penambangan Vale dihentikan sementara.

Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sunindyo Suryo Herdadi, menyampaikan pasca peristiwa itu aktivitas pertambangan Vale telah dihentikan. Dia juga sudah menginstruksikan Kepala Teknik Tambang (KTT) untuk mensterilkan tempat kejadian perkara (TKP).

“Sejak kemarin aktifitas di Vale kami hentikan dan menginstruksikan KTT untuk melakukan sterilisasi accident area  terjadinya fatality untuk investigasi oleh Inspektur Tambang,” kata Sunindyo saat dikonfirmasi, Senin (24/10).

Sunindyo kemudian menyampaikan bahwa saat ini Inspektur Tambang sudah ada di TKP untuk memeriksa dan menyisir area yang tidak terkait dengan insiden. Hal ini guna memastikan kondisi sudah aman dan telah sesuai prosedur Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara (SMKP).

“Saat ini Inspektur Tambang sudah di lokasi untuk memeriksa dan kegiatan di lokasi yang tidak terkait dengan accident area di buka kembali aktifitasnya setelah dipastikan kondisi aman dan menaati prosedur SMKP,” pungkasnya.

Pemberhentian kegiatan sementara ini juga dibenarkan Presiden Direktur Vale, Febriany Edy. Menurut Febriany, pasca insiden ini perusahaan akan menghentikan seluruh kegiatan yang dilakukan di workshop terutama yang berhubungan dengan perbaikan ban.

“Kami memutuskan menghentikan seluruh kegiatan di semua workshop, dan semua aktivitas perbaikan yang melibatkan ban,” ujar dia dalam keterangannya.

Berdasarkan keterangan yang beredar, korban bernama Adhitya Ridwan M Noor (27) itu diduga hendak memompa ban mobil tangki berkode TR 2010 di bengkel yang terletak di area Delaney Tire Shop, PT Vale Indonesia, Sorowako. Nahas, ban malah meletus dan mengenai wajah pemuda yang baru saja menikah itu.

“Analisa awal kami menunjukkan bahwa kematian ini disebabkan oleh letusan ban. Detail dari kecelakaan ini sedang diselidiki lebih lanjut oleh Komite bersama,” imbuhnya.

Febriany kemudian menyampaikan duka yang dalam terhadap keluarga korban dan perusahaan akan bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa korban.

“Kami menyampaikan duka yang sangat mendalam pada keluarga dan rekan beliau, dan memberikan dukungan sepenuhnya pada keluarga terkasih,” ucapnya.

Artikulli paraprakBegini Upaya Pertamina Capai Target Net Zero Emissions 2060
Artikulli tjetërTekan Emisi Karbon, PLN Ganti Batu Bara dengan Biomassa di PLTU Bolok NTT