Terkait Kebijakan Kenaikan Royalti Batu bara Untuk IUP, Ini Pendapat IMEF

Terkait Kebijakan Kenaikan Royalti Batu bara Untuk IUP, Ini Pendapat IMEF

Jakarta,TAMBANG,-Pemerintah telah menerbitkan aturan baru terkait royalty batu bara untuk pemegang IUP lewat PP No. 26 tahun 2022 . Dalam beleid ini ada perubahan besaran royalty dibanding sebelumnya yang diatur dalam PP No.81 tahun 2019. Terkait kebijakan baru ini, Singgih Widagdo, Ketua Indonesian Mining & Energy Forum (IMEF) melihat kebijakan baru terkait royalti ini lebih untuk meletakkan keadilan nilai royalti bagi pelaku usaha industri pertambangan batu bara di Indonesia.

“PP sebelumnya yakni PP No.81 tahun 2019, royalti tambang terbuka sebesar 3 % untuk kalori dibawah atau sama 4.700 kcal/kg (ar), 5 % untuk batu bara diantara 4.700 kcal/kg sampai 5.700 kcal/kcal dan 7 % di atas 5.700 kcal/kg (GAR), dinilai menjadi tidak fair untuk kompetisi dengan pelaku lainnya seperti dari PKP2B atau IUPK. Komoditas sama, kualitas sama, pasar pada ruang kompetisi yang sama, kenapa perlakuan menjadi berbeda,”terang Singgih kepada www.tambang.co.id.

Ia juga menyebutkan nilai kenaikan dalam aturan baru ini tidak terlalu besar. “Bahkan royalti terbesar pun sebatas 13.5 %, ini pun sebatas batu bara dengan nilai kalori di atas 5.200 kcal/kg (gar),”ungkapnya lagi.

Salah satu tokoh pertambangan yang sudah lama bekecimpung di industri pertambangan batu bara ini menambahkan hampir semua pasar batu bara saat ini, justru sebagian besar masuk pada ruang pasar batu bara 4.200 – 5.500 kcal/kg. Jadi dapat dikatakan menjadi tidak fair jika IUP dengan royalti tersebut dan PKP2B dengan royalti 13.5 % harus berkompetisi pada pasar yang sama, baik di dalam negeri maupun ekspor.

“Jadi sangat rasional Pemerintah merevisi PP tersebut, tentu selain membangun keadilan dalam berkompetisi, sekaligus Pemerintah dapat memperbesar PNBP. Pemerintah Daerah pun diuntungkan dengan kenaikan atau revisi IUP, mengingat 80 persen dari royalti diperuntukkan untuk kepentingan Pemerintah Daerah,”ujarnya lagi.

Singgih mengatakan revisi ini juga sangat tepat dilakukan di kondisi saat ini, mengingat indeks harga batu bara diproyeksikan masih cukup tinggi. Dengan kenaikkan royalti dipastikan perusahaan masih dapat bertahan beroperasi, mengingat harga yang akan diperoleh masih cukup tinggi dibandingkan dengan mining cost.

“Saya yakin Pemerintah (ESDM) dalam merevisi royalti ttp mempertimbangkan atas dasar harga, mining cost dan juga ttp menjaga agar industri IUP ttp dapat sustain beroperasi. Saya yakin kinerja perusahaan skala IUP ttp dapat berkinerja dengan baik,”pungkasnya.

Artikel Terkait

Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jakarta, TAMBANG – Jurnalis Majalah TAMBANG, Rian Wahyudin, meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 pada kategori Lomba Karya Jurnalistik untuk Wartawan. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara sebagai bentuk apresiasi terhadap karya jurnalistik yang mengangkat subsektor mineral dan batu

By Fahmi Adam
Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA kembali menunjukkan capaian positif atas komitmennya terhadap kepatuhan pelaksanaan peraturan negara. Capaian ini diraih melalui penghargaan pada kategori Kepatuhan Pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM dalam acara Mineral & Batubara Convention - Expo

By Rian Wahyuddin
Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha pertambangan serta insan ESDM yang berkontribusi dalam pengelolaan pertambangan dan penanganan bencana. Penghargaan tersebut disampaikan pada penutupan Minerba Convex 2026 di JIExpo, Jakarta, Selasa (3/11)

By Rian Wahyuddin
Patra Logistik Perluas Pengelolaan Layanan BBM, LPG, dan Aviasi di Jatimbalinus, Kalimantan, dan Sulawesi

Patra Logistik Perluas Pengelolaan Layanan BBM, LPG, dan Aviasi di Jatimbalinus, Kalimantan, dan Sulawesi

Jakarta, TAMBANG – PT Patra Logistik terus memperluas cakupan bisnis dan perannya dalam mendukung rantai pasok energi nasional. Kepercayaan PT Pertamina Patra Niaga diwujudkan melalui perluasan pengelolaan distribusi BBM dan LPG di Kalimantan serta pengelolaan distribusi Avtur di Jawa Timur, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. Pada layanan BBM, Patra Logistik yang sebelumnya

By Rian Wahyuddin