Beranda Tambang Today Umum Tim ERT PT PPA Selalu Siap Diterjunkan Di Lokasi Bencana

Tim ERT PT PPA Selalu Siap Diterjunkan Di Lokasi Bencana

Jakarta,TAMBANG,- Kementerian ESDM menetapkan tanggal 26 April sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana. Terkait dengan ini jika diamati selama ini, perusahaan-perusahaan tambang dan kontraktor tambang selalu terlibat dalam penanganan bencana. Banyak perusahaan tambang dan perusahaan kontraktor tambang yang memiliki tim ERT yang siap diterjunkan di lokasi tambang. Salah satunya PT Putra Perkasa Abadi (PPA), salah satu perusahaan kontraktor tambang nasional.

Tim ERT dari perusahaan kontraktor papan atas ini mempunyai tim ERT yang selama ini telah terjun di berbagai lokasi bencana. Bahkan Tim ERT dari perusahaan ini termasuk yang paling cepat tanggap dalam membantu penanganan korban bencana. “Hal ini sebenarnya didasari pada tanggung jawab moral dan juga komitmen PPA untuk dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Membantu korban bencana secara responsif dan tanggap merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian PPA sebagai perusahaan yang senantiasa berupaya untuk dapat berguna bagi bangsa dan negara,”terang Adri Thanada, Corporate Communication PT PPA.

Ia pun menjelaskan bahwa Emergency Response Team PPA resmi berdiri sejak tahun 2018 dan ikut andil dalam kegiatan ESDM peduli bencana. “Selama menjalankan misi kemanusiaan bersama ESDM, PPA banyak belajar dan juga mengimplementasikan ilmu yang berkaitan dengan ERT dan di waktu yang bersamaan PPA senantiasa meningkatkan kompetensi kami di bidang ERT seperti basic SAR open mine, Sertifikasi CSSR (Collapse Structure Search and Rescue), TOT (Training of trainer) dan lain sebagainya yang di dapat melalui basarnas dan lembaga lainnya,”terang Adri.

Tidak hanya dari segi peningkatan kompetensi yang bersertifikasi lanjut Adri, PPA juga senantiasa meningkatkan kesigapan dalam membantu korban terdampak bencana dengan selalu siap sedia baik saat ada bencana maupun tidak. “Namun, saat kami mengetahui adanya bencana kami akan mempersiapkan beberapa aspek sebelum terjun ke lapangan, mulai dari proses pencarian informasi bencana, validasi informasi bencana, melakukan persiapan tim,”lanjut Adri.

Di dalam tim tersebut terdapat koordinator, USAR dan tim medik. Kemudian melakukan koordinasi terkait logistik dan akomodasi, komunikasi dengan pihak-pihak yang terlibat di dalam lokasi dan lain sebagainya yang harus dilaksanakan secepat mungkin.

“Berangkat dari budaya kesiapsiagaan dan kerja keras itulah yang kemudian berhasil membawa kami hingga di titik sekarang. Kedepannya PPA sudah memiliki target untuk melaksanakan program pelatihan bertema PPA untuk Negeri dengan memberikan pelatihan kepada organisasi kegawatdaruratan daerah maupun luar daerah,”lanjutnya.

Tim ERT PT Putra Perkasa Abadi (PT PPA) hadir di Lumajang

Sejak tahun 2018 hingga tahun 2022, ERT PPA telah melaksanakan 15 aksi kemanusiaan di berbagai Daerah di Indonesia. Wilayah tersebut antara lain Gempa Lombok (2018), Gempa Bumi dan Tsunami Palu (2018), Gempa dan Tsunami Banten(2019), Banjir Jabodetabek (2020), Banjir Kalimantan Selatan Tanah Laut (2020), Gempa Bumi Mamuju (2020). Lalu bencana banjir bandang & tanah longsor NTT (2021),  Banjir Kalimantan Selatan Tanah Bumbu (2021), Banjir Kalimantan Selatan Tanah Laut (2021), Banjir Kalimantan Selatan Tanah Bambu(2021), Banjir Kalimantan Selatan Katingan (2021). Lalu di bencana banjir Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan (2021), Erupsi Gunung Semeru (2021), Gempa bumi dan tanah longsor Sumatera Barat (2022) serta yang baru saja berakhir Banjir Sangatta Kalimantan Timur (2022).

“Selain melakukan pencarian dan evakuasi korban bencana, ERT PPA juga memberikan bantuan berupa pelayanan kesehatan, logistik, sembako, toilet umum, pembangunan instalasi air bersih dan MCK, mendirikan dapur umum dan tenda pengungsian, trauma healing untuk anak-anak dan lain sebagainya yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan,”pungkas Adri.

Artikulli paraprakDukung Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN-BNI Kolaborasi Perluas Jangkauan SPKLU
Artikulli tjetërDinilai Janggal, 227 Perusahaan Ajukan Keberatan Pencabutan IUP ke BKPM