Event

Trakindo Ajak Masyarakat Wujudkan Sinergi Tripusat Pendidikan

Trakindo Ajak Masyarakat Wujudkan Sinergi Tripusat Pendidikan
Bincang Perspektif bertema “Sinergi Tripusat Pendidikan Memperkuat Karakter Bangsa di era Revolusi Industri 4.0” di Aula Graha I, Kemendikbud, Jakarta (11/7). (Foto: Trakindo)

Jakarta, TAMBANG  – Trakindo mengajak seluruh masyarakat untuk turut berpartisipasi dan mewujudkan sinergi Tripusat Pendidikan, melalui kegiatan Bincang Perspektif bertema “Sinergi Tripusat Pendidikan Memperkuat Karakter Bangsa di era Revolusi Industri 4.0” di Aula Graha I, Kemendikbud, Jakarta, Rabu  (11/7).

 

Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi mendorong hadirnya era baru yaitu Revolusi Industri 4.0. Berbagai langkah pun dihadirkan pemerintah guna menghadapi era ini, salah satunya dengan memperkuat lini pendidikan melalui program penguatan pendidikan karakter.

 

Setio A. Dewo selaku Director & Chief Financial Officer Trakindo menjelaskan, Revolusi Industri 4.0 merupakan sistem yang mengintegrasikan dunia online dengan produksi industri, maupun bidang lainnya yang mulai menggunakan teknologi digital dan otomatisasi.

 

“Perkembangan revolusi industri harus menjadi perhatian serius dari semua pihak, terutama untuk pengembangan karakter anak sebagai generasi penerus bangsa. Kita harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajar anak berpikir positif, menyaring informasi yang baik serta melatih pola pikir anak,” jelas Dewo, Rabu (11/7).

 

Era revolusi industri 4.0 tentunya juga memberikan dampak terhadap dunia pendidikan, dimana arus informasi mengalir deras dan dapat diakses dengan mudah oleh semua orang, tanpa mengetahui asal usul informasi tersebut. Tentunya hal tersebut perlu diantisipasi, bukan hanya sekadar melalui cara mengajar, tetapi melalui hal yang jauh lebih esensial yakni perubahan cara pandang terhadap konsep pendidikan itu sendiri.

 

Sementara Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Ditjen Dikdasmen, Kemendikbud, Khamim, menjelaskan, dunia pendidikan sebagai lini terdepan dalam peningkatan karakter peserta didik, harus mampu beradaptasi dengan cepat dan menyesuaikan dengan keterampilan yang wajib dimiliki di abad 21.

 

“Dalam hal ini pemerintah memiliki peran yang sangat strategis untuk pembentukan karakter bangsa, yaitu dengan menghadirkan berbagai program serta regulasi yang mendukung Perpres No.87/2017 terkait pelaksanaan penguatan pendidikan karakter,” jelas Khamim.

Penguatan pendidikan karakter merupakan upaya yang dilakukan pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud untuk pendidikan moral dan pendidikan akhlak, yang bertujuan membentuk pribadi anak yang lebih baik dan selalu siap dalam setiap perubahan.

 

Salah satu langkah pemerintah dalam mendorong pendidikan karakter adalah, melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga yang sesuai dengan Pancasila. Lima nilai utama karakter pada siswa sekolah dasar dalam Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), yaitu Religius, Nasionalis, Mandiri, Gotong Royong dan Integritas.

 

Lebih lanjut Dewo menjelaskan, sebagai anggota masyarakat, Trakindo mendukung terwujudnya sinergi Tripusat Pendidikan dalam upaya memperkuat karakter bangsa dengan program pendidikan 40 SDN di seluruh Indonesia.

 

“Sejalan dengan hal tersebut, Trakindo juga meluncurkan buku “Bangun Karakter Bangsa” untuk memperkuat komitmen dalam mendukung program pemerintah yaitu gerakan penguatan pendidikan karakter,” pungkas Dewo.

 

 

 


Close
Close