Beranda ENERGI Migas Usai Kunjungi Banyu Urip, Menteri ESDM Optimis Target Lifting Tercapai

Usai Kunjungi Banyu Urip, Menteri ESDM Optimis Target Lifting Tercapai

Jakarta-TAMBANG. Kementrian ESDM makin optimis target lifting minyak yang ditetapkan dalam APBN-P 2015 sebesar 825.000 barel per hari (bph) tercapai. Optimisme ini lahir setelah melihat kemajuan pengembangan Lapangan Banyu Urip, di Blok Cepu, Jawa Timur. Maklum saja lapangan minyak Banyu Urip ini bakal menyumbang sekitar 20% dari produksi minyak nasional.

 

“Kalau secara nasional karena memang tidak ada major field yang mengalami kenaikan sebaik ini, maka memang pengaruhnya cukup besar. Kita berharap dengan ada kenaikan ini secara rata-rata angka 825.000 bph itu bisa kita capai,” ujar Menteri ESDM, Sudirman Said, di Kantor SKK Migas pada Kamis malam (26/3/2015).

 

Oleh karenanya menurut Sudirman pihaknya menaruh perhatian besar pada lapangan Banyu Urip yang pada mulanya ditaksir mencapai produksi puncak sebesar sebesar 205.000 bph tersebut.

 

“Kita ingin meyakinkan waktu ke waktu target lifting bisa tercapai. Saya secara keseluruhan optimis Banyu Urip targetnya tidak akan terganggu, meskipun secara proyek agak sedikit delay,” ujar Sudirman.

 

Dalam kesempatan itu, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Amien Sunaryadi menjelaskan perkembangan pengerjaan lapangan ini yang sudah mencapai 95 %. Proyek Banyu Urip menggunakan dua “rig” besar buatan dalam negeri serta mengerahkan 10.000 pekerja.

 

Amin juga menyebutkan bahwa proyek CPF di Cepu tersebut memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 60 persen. “Mempekerjakan 10.000 orang yang 80 persennya merupakan warga Bojonegoro yang sebelumnya bekerja sebagai petani,” ujarnya.

Proyek “central processing unit” (CPF) di Lapangan Banyu Urip akan mulai berproduksi minyak (oil first) pada April 2015. Kemudian secara bertahap bakal ditingkatkan hingga mencapai puncaknya di angkat 205.000 barel per hari pada Oktober hingga Desember 2015.

 

“Produksi puncak sebesar 205.000 barel per hari tersebut diperkirakan akan berjalan dari Oktober hingga Desember 2015, setelah itu produksinya akan kembali pada angka 165.000 barel per hari sesuai dengan perencanaan awal,” tuturnya.

 

Sebagaimana diketahui dalam rencana pengembangan (PoD) Banyu Urip awalnya peak production ditaksir mencapai 165.000 bph. “Kemudian setelah dipelajari, ada peluang untuk menaikkan menjadi 205.000 bph,” terang Amien.

 

Rencana pengembangan lapangan (plan of development/POD) dengan skenario “full production“, proyek Banyu Urip menelan investasi USD2,5 miliar yang terdiri atas fasilitas produksi USD2,2 miliar dan pengeboran sumur USD337 juta. Kontrak kerja sama Blok Cepu ditandatangani 17 September 2005 dengan Mobil Cepu Limited yang sekarang menjadi ExxonMobil Cepu Limited sebagai operator.

Lapangan ini dikelola oleh ExxonMobil yang memegang 45% saham partisipasi Cepu, PT Pertamina EP Cepu 45 % saham dan Badan Kerja Sama PI Blok Cepu (BKS) dengan 10% saham. Cadangan minyak Lapangan Banyu Urip diperkirakan sebesar 450 juta barel.

 

Artikulli paraprakBBM Masuk Barang Berbahaya,Harganya Bakal Melambung
Artikulli tjetërPengelolaan Limbah B3: PLN Siap Investasi Tambahan