24 ERT Industri Tambang Indonesia-Australia Adu Keterampilan di IMERC 2026
Jakarta, TAMBANG - Sebanyak 24 tim Emergency Response Team (ERT) dari perusahaan pertambangan Indonesia dan Australia akan menguji kemampuan dalam menghadapi berbagai skenario keadaan darurat pada ajang Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 di Balikpapan, Kalimantan Timur, 6–9 Agustus 2026.
IMERC 2026 digelar di fasilitas pelatihan dan simulasi Garuda Rescue Nusantara (GRN), dengan PT Putra Perkasa Abadi (PPA) menjadi tuan rumah penyelenggaraan tahun ini. Ajang ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah pertama kali digelar pada 2025.
Ke-24 tim peserta berasal dari PT Borneo Indobara, PT Kaltim Prima Coal, PT Mustika Indah Permai, PT Bukit Asam Tbk, PT Mandiri Herindo Adiperkasa, PT Petrosea Tbk, PT Indexim Coalindo, PT Sapta Indah Sejati, PT Kideco Jaya Agung, PT Freeport Indonesia, PT Vale Indonesia Tbk, PT Hengjaya Mineralindo, PT Multi Harapan Utama, PT Labuha Internusa, PT Cipta Kridatama, PT Arutmin Indonesia, PT Maruwai Coal, PT Satria Bahana Sarana, PT SIMS Jaya Kaltim, PT Pamapersada Nusantara, PT Mifa Bersaudara, PT Aneka Tambang Tbk, PT Berau Coal, serta Northern Star Resources dari Australia.
Ketua Panitia IMERC 2026, Koko Prayitno menyampaikan bahwa IMERC hadir sebagai wadah kolaborasi antara berbagai lapisan masyarakat, peningkatan awareness, dan transfer pengalaman antar Emergency Response Team secara global.
"Kami percaya bahwa keselamatan tidak dapat dibangun sendiri, melainkan melalui komitmen bersama untuk terus belajar, berlatih, dan meningkatkan standar kompetensi. Harapannya, IMERC dapat menjadi katalis lahirnya ERT Indonesia yang semakin siap menghadapi berbagai tantangan dan mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar Koko, dikutip dalam keterangan resmi, Rabu (5/8).
Antusiasme perusahaan tambang terhadap ajang ini cukup tinggi. Jumlah perusahaan yang berminat mengikuti IMERC 2026 bahkan disebut melebihi kapasitas peserta yang tersedia.
Industri pertambangan memiliki karakteristik risiko yang tinggi sehingga kesiapan menghadapi keadaan darurat menjadi bagian penting dari sistem keselamatan. Selain upaya pencegahan kecelakaan, kemampuan tim penyelamat dalam merespons kondisi darurat juga perlu terus dilatih dan diuji.
Dalam IMERC 2026, kemampuan tersebut diuji melalui delapan tantangan, yakni Theory Test, Road Crash Rescue, Underwater Rescue & Recovery, Vertical Rescue, Confined Space Rescue, Firefighter Combat Challenge, Individual Skill, dan Structural Fire Fighting. Skenario dirancang mendekati kondisi yang berpotensi terjadi di area tambang maupun fasilitas pendukung seperti bengkel, gudang, dan area kerja lainnya.
Tahun ini IMERC mengusung tema Face Up, yang menekankan keberanian menghadapi tantangan, kesiapan, kolaborasi, dan peningkatan kompetensi dalam menghadapi kondisi darurat yang semakin kompleks.

Satu tim internasional, Northern Star Resources dari Australia turut berpartisipasi. Tim ini merupakan juara umum MERC 2024 di Australia dan kehadirannya menjadi bagian dari kolaborasi strategis antara Indonesia dan Australia dalam bidang penyelamatan tambang.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat standar operasi penyelamatan di Indonesia agar setara dengan standar internasional serta mendorong pertukaran pengetahuan dan inovasi terkini dalam penanganan darurat.
“IMERC membangun budaya belajar dan berbagi pengalaman. Ketika para peserta kembali ke perusahaan masing-masing dengan pengetahuan dan keterampilan baru, dampaknya akan dirasakan jauh melampaui arena kompetisi,” kata Sue Steele, Founder MERC Australia.
Selain kompetisi, IMERC 2026 membawa tiga pilar utama, yakni Challenge, Training, dan Charity. Rangkaian kegiatan juga melibatkan masyarakat, relawan, perguruan tinggi, serta pelaku UMKM.
Kegiatan IMERC 2026 terbuka untuk masyarakat tanpa biaya registrasi. Rangkaian kompetisi juga dapat disaksikan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Garuda Rescue Nusantara.