4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, BBM Satu Harga Sentuh 98 Titik

4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, BBM Satu Harga Sentuh 98 Titik
Jakarta, TAMBANG –  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyampaikan capaian tiga target utama di sektor ESDM, selama empat  tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.   Seperti yang disampaikan Jonan, Presiden Jokowi mengarahkan bahwa pemanfaatan itu harus berkeadilan. “Sesuai arahan Presiden, kita harus membuat pemanfaatan energi itu berkeadilan. Salah satu atau mungkin yang paling utama dari pemanfaatan energi berkeadilan adalah ketersediaan, di samping keterjangkauan harga,” ujar Jonan, dalam keterangan resminya, Kamis (25/10).   Target pertama adalah Program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga. Pemerintah berupaya membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di 160 titik hingga tahun 2019.   “Upaya Pemerintah untuk membangun SPBU, baik SPBU yang seperti kita lihat atau SPBU mini itu di banyak titik yang dulunya tidak ada. Ini satu titik mewakili kira-kira satu kecamatan, kurang lebih. Targetnya sampai akhir 2019 adalah 160 titik. Itu berarti 160 kecamatan yang sebelumnya tidak ada penyaluran BBM secara resmi,” jelas Jonan.   Hingga saat ini, total 98 titik SPBU BBM 1 Harga sudah beroperasi, 57 titik di tahun 2017, dan 41 titik pada tahun ini. “Tahun ini targetnya akan dibangun lagi 73 titik, sampai hari ini sudah selesai 41 titik, jadi total 98 titik. Akhir tahun ini mudah-mudahan bisa menjadi 130 titik. Ini pembangunannya jalan terus, bukan satu selesai dibangun, kemudian dibangun yang lain. Bersamaan saja,” terang Jonan.   Sebelumnya, harga BBM di Kabupaten Puncak, Papua mencapai Rp100.000, di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Barat mencapai Rp40.000 dan di Pegunungan Arfak, Papua Barat Rp30.000. Kini, harga BBM di ketiga daerah tersebut telah sama dengan harga BBM di Pulau Jawa, yakni Rp5.150 untuk solar dan Rp6.450 untuk Premium.   Selanjutnya, program ini akan berlanjut dengan pembangunan subpenyalur yang beroperasi hingga di desa. “Selanjutnya kita akan pelan-pelan membuat subpenyalur yang masuk ke setiap desa. Kita akan coba setelah ini, supaya orang tidak membeli BBM itu naik motor 10-15 kilometer (km), kalau  5 km masih boleh, kalau sampai naik motornya 15 km akan kita perpendek,” ujar Jonan.   Pada kesempatan tersebut, Jonan juga meminta dukungan dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo terkait perizinan daerah untuk operasional SPBU BBM Satu Harga. “Saya mohon juga kepada Pak Mendagri, mohon diimbau kepada Kepala Daerah itu perizinannya supaya mendukung, karena perlu perizinan bupati, terutama izin operasional,” tutur Jonan.    

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda