Ada Peracik Obat Tradisional di Kampung Herbal Binaan Korindo

Sosok peracik obat tradisional, Asmana (Tengah) bersama Ketua RT 002/001 Gang Sawo, Ujang (kiri) dan Ketua Poktan Tanaman Her
Sosok peracik obat tradisional, Asmana (Tengah) bersama Ketua RT 002/001 Gang Sawo, Ujang (kiri) dan Ketua Poktan Tanaman Herbal Gang Sawo RT 002/001, Abdillah (kanan).

Jakarta, TAMBANG – Terdapat berbagai cara mewujudkan kontribusi sosial perusahaan kepada masyarakat. Kali ini, Korindo Group menyambangi kediaman Ibu Asmana, sosok peracik obat tradisional di Kampung Herbal, Gang Sawo, pada Senin (4/9).

Ibu Asmana, begitu sapaannya. Wanita berusia 88 tahun ini, merupakan generasi ketiga di keluarganya yang mewarisi kemampuan meracik obat herbal tradisional. Bermula dari nenek, kemudian diturunkan ke sang ayah.

Racikan obat tradisional keluarga Asmana biasa disebut dengan boreh dan cekok. Boreh didapat dari tumbuh-tumbuhan yang sudah dihaluskan, kemudian dibalur ke area yang sakit. Sementara cekok, bisa diminum setelah ditambah dengan air putih.

Baca Juga: VALE Edukasi Petani Morowali Manfaat Tanaman Herbal dan Sayur Organik

Sosok Asmana cukup dikenal dan dicari-cari oleh masyarakat sekitar, bahkan orang luar kampung yang ingin/sedang menjalankan pengobatan alternatif. Asmana tidak menetapkan tarif kepada para pasien. Kediamannya pun bisa dikunjungi di Gang Sawo RT 002/001, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Wilayah tempat tinggal Asmana dikenal juga sebagai Kampung Herbal. Dulunya, pada 2021 diinisiasi oleh warga sekitar dan didukung oleh Korindo Group melalui Yayasan Korindo.

Bahan baku tanaman herbal dapat dengan mudah ditemukan di pekarangan sekitar rumah Asmana. Ini dikarenakan, Gang Sawo terkenal sebagai sentra tanaman obat keluarga yang ada di Pancoran.

Program Kampung Herbal oleh Yayasan Korindo ini bertujuan untuk memberikan kemandirian pangan dan kesehatan masyarakat, khususnya di Kecamatan Pancoran.

Korindo menyerahkan berbagai macam tanaman herbal yang jumlahnya mencapai ratusan bibit. Selain itu, diberikan pula infrastruktur penunjang untuk merawat tanaman-tanamannya.

Atas manfaat yang diberikan kepada masyarakat, keberadaan tanaman obat ini beberapa kali menerima apresiasi bahkan penghargaan dari beberapa instansi pemerintah maupun swasta.

Ketua Poktan Tanaman Herbal Gang Sawo RT 002/001, Abdillah, mengatakan bahwa keberadaan tanaman-tanaman ini membuat kampungnya menjadi sejuk dan asri.

“Banyak juga warga yang membutuhkan tanaman-tanaman (obat) ini, jadi mudah didapat,” tuturnya.

Sejalan dengan itu, Ketua RT 002 Gang Sawo, Ujang, mengapresiasi dukungan Korindo dalam membangun Kampung Herbal di wilayahnya.

“Manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, salah satunya Ibu Asmana (peracik obat tradisional). Saya mengucapkan terima kasih untuk Korindo yang telah membantu saya. Lingkungan saya jadi hijau karena adanya Kampung Herbal. Korindo telah menyumbang kebaikan,” ucap Ujang.

Sebagai informasi, Korindo Group merupakan induk perusahaan yang membawahi sejumlah anak usaha. Di bidang energi terbarukan, perusahaan telah berpengalaman selama lebih dari 50 tahun dalam memproduksi menara angin. Kapasitas produksi tahunannya tercatat sebanyak 500 menara dan sudah terkirim lebih dari 3.000 menara ke seluruh dunia.  

Artikel Terkait

JAC Motors Perkuat Mobilitas Tambang dengan Kendaraan Komersial Listrik di Mining Indonesia 2026

JAC Motors Perkuat Mobilitas Tambang dengan Kendaraan Komersial Listrik di Mining Indonesia 2026

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan kendaraan operasional yang tangguh sekaligus efisien menjadi salah satu perhatian industri pertambangan di tengah dorongan menuju operasional yang lebih rendah emisi. Menjawab kebutuhan tersebut, JAC Motors menghadirkan solusi kendaraan komersial listrik dalam ajang Mining Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9–12 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

By Rian Wahyuddin
Hadir di Mining Indonesia 2026, EMLI Perkenalkan Solusi Pelumasan Sintetis Canggih

Hadir di Mining Indonesia 2026, EMLI Perkenalkan Solusi Pelumasan Sintetis Canggih

Jakarta,TAMBANG,- Industri pertambangan Indonesia memasuki fase operasional yang semakin menuntut efisiensi dalam segala aspek. Mulai dari tekanan produksi, kenaikan biaya operasional, kebutuhan untuk menjaga keandalan alat berat, serta implementasi B50 mendorong pelaku tambang harus memperkuat disiplin perawatan dan mengurangi risiko downtime. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor pertambangan

By Egenius Soda
Pakar Nilai RUU Daerah Kepulauan Harus Beri Kepastian Investasi Pertambangan

Pakar Nilai RUU Daerah Kepulauan Harus Beri Kepastian Investasi Pertambangan

Jakarta, TAMBANG - Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch, Ferdy Hasiman menyoroti pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan yang dinilai perlu memberikan kepastian hukum bagi investasi jangka panjang, termasuk sektor pertambangan. Kepastian regulasi dianggap penting agar pengembangan sumber daya alam di wilayah kepulauan dapat berjalan seiring dengan kepentingan pembangunan

By Rian Wahyuddin