Atlas Copco Datangkan Alat Pemotong Marmer dan Granit Ke Indonesia

Atlas Copco Datangkan Alat Pemotong Marmer dan Granit Ke Indonesia

Jakarta - TAMBANG. Alat pemotong batu marmer dan granit produksi Atlas Copco masuk Indonesia. Alat pemotong yang diberi nama SpeedCut ini diklaim memiliki terbaik karena dilengkapi oleh Diamond wire berkualitas tinggi.

Dalam industri pertambangan batu marmer dan granit, keselamatan, kualitas dan kecepatan menjadi hal terpenting. Masuknya SpeedCut di Indonesia, kata Cetin Kara, Regional Business Manager, Surface and Exploration Drilling Division Atlas Copco, diharapkan dapat memberikan kontribusi optimal kepada pelaku usaha pertambangan marmer dan granit.

Cetin Kara mengaku, dengan SpeedCut perusahaan tambang marmer dan granit dapat mengurangi biaya operasional, sebab SpeedCut telah dipersenjatai Diamond wire berkualitas tinggi yang dapat menghasilkan kurang lebih 85 meter kubik per 8 jam dan mengurangi penggunaan kawat sampai dengan 20%.

Tak itu saja, alat pemotong ini juga dapat berputar 320 derajat serta dilengkapi oleh sistem pencatatan dalam seluruh proses kinerja mesin yang memungkinkan untuk membantu memaksimalkan performa kerja. “SpeedCut dapat mencatat durasi pemotongan, peforma kawat dan lain lain dengan cara yang sangat mudah yaitu hanya mengunduh langsung dari USB key sehingga dapat mengatur proses kinerja mesin selanjutnya,” ujar Cetin Kara.

Memiliki tampilan atau Panel Machine Interface (PMI) yang sederhana, sistem operasi otomatis dalam proses awal pemotongan sampai dengan proses akhir, membuat SpeedCut mudah dioperasikan. Dari segi keamanan dan keselamatan, SpeedCut juga sudah memiliki system sensor yang dapat menghentikan mesin secara otomatis jika kawat terputus. Menurutnya, desain dan sistem ini sengaja di buat guna memberikan jaminan rasa aman bagi operator dalam mengoperasionalkan SpeedCut

“Dengan kualitas dan performa SpeedCut, kami yakin perusahaan tambang marmer dan granit dapat meningkatkan kegiatan bisnisnya di tengah persaingan pasar marmer dan granit,” ucapnya.

Perlu diketahui juga, pada 17 Maret 2015, untuk pertama kalinya SpeedCut, sebuah alat tambang pemotong batu marmer dan granit dari Atlas Copco hadir di Indonesia. Kehadiran SpeedCut di Indonesia ditandai dengan kegiatan pertujukan penggunaan SpeedCut di salah satu tambang marmer dan granit yang berada di Bandung.

Dalam acara tersebut, turut hadir Cetin Kara Regional Business Manager, Surface and Exploration Drilling Division dan Anwar Rustanto selaku Business Line Manager dari Atlas Copco.

Artikel Terkait

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI kini memiliki jajaran Komisaris dan Direksi lengkap untuk mendukung pelaksanaan mandatnya dalam tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Dewan Komisaris DSI dipimpin Komisaris Utama Cipung Noer, bersama Tony Wenas, Prof. Mari Elka Pangestu, dan Harold Tjiptadjaja sebagai Komisaris. Jajaran tersebut memiliki

By Rian Wahyuddin
DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI mengumumkan kesiapan operasional dalam menjalankan mandat pengelolaan ekspor komoditas strategis Indonesia. Dalam waktu sedikit lebih dari dua bulan, DSI telah membangun visibilitas analitis terhadap sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari USD14 miliar. DSI dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)

By Rian Wahyuddin
SDM Unggul Jadi Kunci Hilirisasi dan Masa Depan Industri Minerba Menuju Indonesia Emas 2045

SDM Unggul Jadi Kunci Hilirisasi dan Masa Depan Industri Minerba Menuju Indonesia Emas 2045

Yogyakarta, TAMBANG – Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong transformasi industri mineral dan batubara (minerba) menuju Indonesia Emas 2045. Hilirisasi, digitalisasi, transisi energi, dan tuntutan keberlanjutan membutuhkan tenaga profesional dengan kompetensi yang semakin beragam. Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Mempersiapkan SDM Unggul, Inovatif,

By Rian Wahyuddin