Bertemu Kemeperind, Tiga Asosiasi Pertambangan Dapat Titik Terang Pasokan Ban

Bertemu Kemeperind, Tiga Asosiasi Pertambangan Dapat Titik Terang Pasokan Ban

Jakarta,TAMBANG,- Beberapa Asosiasi yang terkait dengan sektor pertambangan bertemu Kementerian Perindustrian untuk membahas terkait pasokan ban untuk alat berat di pertambangan. Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO), Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA), dan Perkumpulan Tenaga Ahli Alat Berat Indonesia bertemu Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil, Ignasius Warsito pada Senin ( 14/8).

Dalam pertemuan ini ketiga perwakilan asosiasi yang terkait dengan sektor pertambangan ini menjelaskan bahwa import ban alat berat perlu klarifikasi dan verifikasi. Tujuannya adalah memastikan bahwa jenis ban yang diimpor tidak diproduksi di dalam negeri dan jumlahnya sesuai dengan kebutuhan.

Dari pertemuan tersebut diperoleh informasi bahwa saat ini, 13 perusahaan pengguna ban (pemilik API-P) telah mendapat rekomendasi Kementerian Perindustrian. Sementara sekitar 70an perusahaan yang mengajukan API-P juga API-U masih harus di verifikasi oleh Kemenperin.

Dijelaskan juga bahwa revisi Peraturan Pemerintah (PP) 28 tahun 2021 diharapkan dapat diselesaikan dalam dua bulan ke depan untuk mempermudah proses pengajuan izin import ban dan bahan baku industri lainnya yang tidak tersedia di dalam negeri.

Artikel Terkait

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

Jakarta, TAMBANG – Besarnya potensi silika Indonesia belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemanfaatannya. Kepastian harga, klasifikasi komoditas, spesifikasi ekspor, hingga persoalan perizinan masih menjadi tantangan dalam mendorong pengembangan industri silika dari hulu hingga hilir. Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dialog Silika Indonesia: Harga Patokan Mineral Silika

By Rian Wahyuddin
PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

Jakarta,TAMBANG,- Pengembangan biomethane yang memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan kini mulai mendekati tahap akhir pengembangan. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biomethane tersebut dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa

By Egenius Soda
PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang batubara plat merah, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mempersiapkan operasional yang andal dalam menjaga keberlanjutan produksi. Perencanaan tersebut mempertimbangkan persetujuan pemerintah, prioritas kebutuhan domestik, serta dinamika pasar ekspor di tengah transisi energi. Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan perusahaan tetap berada pada jalur yang tepat

By Egenius Soda