Bos IMIP Buka Suara Terkait Kebakaran PLTU di Kawasan Industri Morowali

Bos IMIP Buka Suara Terkait Kebakaran PLTU di Kawasan Industri Morowali
PLTU yang terbakar di Kawasan Indonesia Morowali Industrial Park, Jumat (2/6).
Jakarta, TAMBANG – CEO PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Alexander Barus buka suara terkait kebakaran yang terjadi di di area tower Flue Gas Desulfurisation (FGD) atau Menara desulfurisasi kawasan industri Morowali. Kata dia, PLTU yang terbakar pada Jumat (2/6) itu milik PT Walxin Nickle Industries Indonesia (WNII) yang saat ini masih sedang dalam proses pembangunan. “Pada hari Jumat (2/6) sekitar pukul 15.20 wita terjadi kebakaran di area PLTU PT Walxin Nickle Industries Indonesia (WNII) yang saat ini masih sedang dalam proses pembangunan,” ujar dia kepada tambang.co.id, Rabu (7/6). Dia menjelaskan, kobaran api dipicu dari percikan pengelasan di salah satu pelat penguat di atas menara desulfurisasi bagian luar. Percikan itu kemudian menyambar demister atau bahan yang mudah terbakar. “Dari hasil investigasi, sebelum terjadi kebakaran sedang dilakukan pekerjaan pengelasan pelat penguat di atas menara desulfurisasi bagian luar. Diduga kebakaran terjadi akibat percikan api aktifitas pengelasan yang mengenai demister (bahan mudah terbakar) seperti sampah plastic yang berada di bagian dalam bangunan,” beber dia. Mengetahui ada kobaran api, lima anggota safety yang bertugas mengawasi proses penkerjaan tersebut meminta para pekerja untuk turun dan menjauhi tempat kejadian perkara. “Sekitar pukul 15.23 Wita lima anggota safety yang bertugas mengawasi proses penkerjaan tersebut melihat gumpalan asap hitam yang keluar dari puncak bangunan. Para pekerja yang berada di area itu langsung diminta turun dari atas menara,” ujar dia. Barus menyebut dalam insiden ini tak ada korban jiwa maupun luka-luka. Si jago merah berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran sekitar 40 menit. “Petugas safety kemudian segera menghubungi pihak pemadam kebakaran. Dalam waktu kurang lebih 40 menit kebakaran berhasil dipadamkan. Tak ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa itu. Selain itu, bangunan menara juga tak sedikit pun mengalami kerusakan,” beber dia. Lantaran PLTU masih dalam tahap pembangunan, Barus menyebut kejadian ini tidak mengganggu kegiatan operasional pabrik-pabrik yag ada di kawasan IMIP. “PLTU itu masih sedang dalam pembangunan. Belum beroperasi sama sekali tidak mengganggu operasional IMIP,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan akan industri yang semakin terintegrasi mendorong hadirnya kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Engineering Week 2026 yang mempertemukan delapan sektor industri strategis dalam satu ekosistem. Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, Engineering Week 2026 resmi dibuka pada 9 September

By Rian Wahyuddin
Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Jakarta, TAMBANG – PT Naraya Dipta Buana, bagian dari MahaDasha Group, bersama SAIC Hongyan, memperkuat komitmen mengembangkan solusi kendaraan komersial untuk mendukung operasional sektor pertambangan Indonesia. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk kebutuhan industri berat. Komitmen ini disampaikan dalam ajang Mining Indonesia 2026

By Rian Wahyuddin