ITMG Catat Laba Bersih US$110 Juta pada Semester I 2026

ITMG Catat Laba Bersih US$110 Juta pada Semester I 2026
Sumber: ITMG.

Jakarta, TAMBANG – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan kinerja positif pada semester I 2026. Pendapatan perseroan mencapai US$1 miliar, naik 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara laba bersih tercatat US$110 juta.

Kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan volume penjualan dan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) batu bara. Hingga enam bulan pertama 2026, volume penjualan ITMG mencapai 12,3 juta ton, meningkat 5% dibandingkan 11,7 juta ton pada 6M25.

Sementara itu, ASP meningkat 4% secara tahunan dari US$78 per ton pada 6M25 menjadi US$81 per ton pada 6M26. Kenaikan ASP tersebut sejalan dengan penguatan harga acuan batu bara selama periode berjalan.

Dari sisi produksi, ITMG mencatatkan peningkatan pada kuartal II 2026. Produksi batu bara mencapai 5,3 juta ton atau naik 13% dibandingkan kuartal sebelumnya. Dengan demikian, total produksi sepanjang semester I 2026 mencapai 9,9 juta ton, sedikit lebih rendah dibandingkan 10,4 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan penjualan dan ASP tersebut menjadi faktor utama yang mendorong pendapatan perseroan. ITMG mencatat pendapatan US$1.000 juta pada 6M26, naik 9% dibandingkan US$919 juta pada 6M25.

Namun, peningkatan pendapatan juga diikuti kenaikan biaya. Beban pokok pendapatan meningkat 7% pada 6M26, terutama akibat kenaikan biaya penambangan dan pengangkutan batu bara.

Kenaikan biaya tersebut dipengaruhi oleh nisbah kupas yang lebih tinggi serta peningkatan biaya bahan bakar seiring kenaikan harga minyak dunia.

Beban penjualan juga meningkat dari US$81 juta menjadi US$88 juta, sejalan dengan pertumbuhan volume penjualan. Sementara itu, beban umum dan administrasi tercatat US$26 juta. Dengan demikian, total beban operasional perseroan mencapai US$114 juta pada semester I 2026.

Di sisi lain, ITMG mencatat pendapatan keuangan sebesar US$18 juta, turun dibandingkan US$21 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Beban keuangan justru mengalami penurunan 32% secara tahunan, dari US$6 juta menjadi US$4 juta.

Perseroan juga membukukan pendapatan lainnya bersih sebesar US$2 juta, berbalik dari beban lainnya bersih sebesar US$3 juta pada 6M25.

Seiring dengan peningkatan laba sebelum pajak, beban pajak penghasilan ITMG meningkat menjadi US$49 juta dari US$43 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, royalti yang dibayarkan kepada pemerintah meningkat 7% secara tahunan menjadi US$111 juta. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan volume penjualan batu bara.

Setelah memperhitungkan berbagai komponen pendapatan dan beban, ITMG membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$106 juta. Adapun laba bersih periode berjalan tercatat US$110 juta.

Perkuat Kinerja ESG

Selain kinerja keuangan, ITMG juga menyoroti penguatan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG sepanjang periode berjalan.

Perseroan menyatakan terus menjalankan berbagai inisiatif untuk meningkatkan praktik ESG. Upaya tersebut turut menghasilkan pengakuan dari sejumlah lembaga pemeringkat ESG global.

ITMG menyebut perseroan termasuk di antara produsen batu bara dengan kinerja ESG terbaik secara global.

Laporan keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026 tersebut telah disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Agustus 2026. Laporan juga dilengkapi laporan hasil reviu atas laporan keuangan interim oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan, yang merupakan anggota jaringan global PricewaterhouseCoopers (PwC).

Artikel Terkait

Mining Nation Revolution: HIPMI Jakarta Dorong Hilirisasi Batu Bara untuk Kedaulatan Industri

Mining Nation Revolution: HIPMI Jakarta Dorong Hilirisasi Batu Bara untuk Kedaulatan Industri

Jakarta, TAMBANG – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta (BPD HIPMI Jaya) mendorong percepatan hilirisasi energi dan mineral sebagai strategi meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat kedaulatan industri nasional. Dorongan tersebut mengemuka dalam acara Mining Nation Revolution yang digelar BPD HIPMI Jaya di Jakarta, Kamis (6/8/

By Rian Wahyuddin