Beranda Tambang Today BRMS di Suspensi, Manajemen Lakukan Perbaikan

BRMS di Suspensi, Manajemen Lakukan Perbaikan

Jakarta, TAMBANG- Dua Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mendatangi BEI untuk meminta penjelasan atas suspensi perdagangan saham BRMS.
Direktur  PT Bukit Asam,  W. Hidayat, mengungkapkan, BEI menjelaskan, alasan BRMS gagal membukukan pendapatan di kuartal ke IV tahun 2018.
Herwin mengungkapkan, hal ini terlepas dari kenyataan, bahwa BRMS telah membukukan pendapatan selama sembilan bulan, yaitu periode Januari hingga September di tahun lalu, seperti tercermin dalam Laporan Keuangan terkonsolidasi Perusahaan yang berakhir 31 Desember 2018.
“Kami telah menjelaskan kepada BEI bahwa sudah ada Perjanjian Pemberian Jasa yang telah ditandatangani pada kuartal IV-2018 dan telah dibukukan sebagai pendapatan kuartal I tahun 2019,” ungkap Herwin melalui keterangan resmi, Selasa (2/4).
Menurut Herwin, manajemen BRMS akan mematuhi setiap permintaan BEI dan regulator pasar modal lainnya di Indonesia untuk menghapus penangguhan sehingga saham BRMS dapat memulai perdagangan lagi. Oleh karena itu BRMS melakukan beberapa hal seperti penyampaian surat keterbukaan informasi oleh perusahaan, Pemberian jawaban atas pertanyaan apapun dari BEI terkait dengan penghentian sementara perdagangan saham BRMS. Serta penyampaian dokumentasi yang diperlukan untuk membuktikan pendapatan perusahaan telah dicatatkan dalam periode kuartal I tahun 2019.
Manajemen BRMS juga meyakinkan komunitas investasi, emua proyek perusahaan mengalami kemajuan positif selama periode 12 bulan terakhir. Beberapa proyek yang akan direalisasikan seperti proyek tambang emas BRMS di Palu dan Sulawesi yang diharapkan untuk memulai produksi pertama pada kuartal ke-4 tahun 2019. Proyek seng dan timbal perusahaan di Dairi, Sumatera Utara yang akan tetap berjalan sesuai jadwal yang ditentukan, dan akan mulai produksi pada semester pertama 2021.
BRMS juga tetap optimis, tambang tembaga proyek di Provinsi  Gorontalo, Sulawesi dapat memulai produksi lebih cepat dari jadwal awal tahun 2022.
“Kami akan terus berkorespondensi dengan IDX dan menantikan penghapusan suspensi segera mungkin,” pungkas Heroin.