Buka Tahun 2026, PGN "Gas In" Di PT Bumi Menara Internusa

Buka Tahun 2026, PGN "Gas In" Di PT Bumi Menara Internusa

Jakarta,TAMBANG,- PT Perusahaan Gas Negara (Persero),Tbk (PGN),sebagai Subholding Gas Pertamina, terus memperluas pemanfaatan gas bumi di sektor industri. Komitmen ini diwujudkan melalui gas in (penyaluran gas pertama kali) ke segmen industri yaitu PT Bumi Menara Internusa (BMI) Lamongan pada 1 Januari 2026.

Pada tahap awal, PT Bumi Menara Internusa Lamongan memanfaatkan gas bumi dengan volume sekitar 15.000 meter kubik (m³) per bulan. Seiring dengan peningkatan kebutuhan dan optimalisasi proses produksi, konsumsi gas bumi ini meningkat secara bertahap hingga 80.000 m³ per bulan.

Area Head PGN Bojonegoro Faishal Arief, menyampaikan bahwa gas in ini merupakan bentuk dukungan PGN terhadap kebutuhan energi industri yang efisien, andal, dan berkelanjutan. “Pemanfaatan gas bumi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung target transisi energi nasional,” ujar Faishal, (2/1/2026).

PT Bumi Menara Internusa Lamongan juga mendapat apresiasi positif. “Penggunaan gas bumi membantu kami meningkatkan efisiensi energi dan mendukung operasional yang lebih stabil. Ke depan, kami optimistis pemanfaatan gas bumi akan semakin optimal seiring peningkatan kapasitas produksi,” ungkap perwakilan manajemen PT Bumi Menara Internusa Lamongan.

PGN berharap kerja sama ini dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi industri lainnya untuk beralih menggunakan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Kehadiran gas bumi di sektor industri juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri nasional, serta memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah Lamongan dan sekitarnya.

Artikel Terkait

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

Jakarta, TAMBANG – Besarnya potensi silika Indonesia belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemanfaatannya. Kepastian harga, klasifikasi komoditas, spesifikasi ekspor, hingga persoalan perizinan masih menjadi tantangan dalam mendorong pengembangan industri silika dari hulu hingga hilir. Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dialog Silika Indonesia: Harga Patokan Mineral Silika

By Rian Wahyuddin
PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

Jakarta,TAMBANG,- Pengembangan biomethane yang memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan kini mulai mendekati tahap akhir pengembangan. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biomethane tersebut dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa

By Egenius Soda
PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang batubara plat merah, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mempersiapkan operasional yang andal dalam menjaga keberlanjutan produksi. Perencanaan tersebut mempertimbangkan persetujuan pemerintah, prioritas kebutuhan domestik, serta dinamika pasar ekspor di tengah transisi energi. Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan perusahaan tetap berada pada jalur yang tepat

By Egenius Soda