Cadangan Nikel MBMA Naik 48%

Cadangan nikel PT PT Merdeka Battery Materials, Tbk (BMBMA), anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold, Tbk (MDKA) meningkat 48% per 31 Desember 2025.

Cadangan Nikel MBMA Naik 48%
Istimewa.

 Jakarta, TAMBANG – PT Merdeka Battery Materials, Tbk (BMBMA), anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold, Tbk (MDKA), mengumumkan Consolidated Mineral Resources and Ore Reserves Statement per 31 Desember 2025 melaporkan peningkatan signifikan dalam Mineral Resources (Sumber Daya Mineral) dan Ore Reserves (Cadangan Bijih).

Total Ore Reserves di tambang Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) meningkat menjadi 578,8 juta wet metric tonnes (wmt) atau 358,2 juta dry metric tonnes dengan kadar nikel 1,23%, dengan kandungan 4,4 juta ton nikel, meningkat 48% secara tahunan.

Sementara, Mineral Resources SCM mencapai 1.549,3 juta wmt atau 958,9 juta dry tonnes dengan kandungan sekitar 11,8 juta ton nikel.

“Peningkatan cadangan ini menunjukkan kekuatan aset kami dan konsistensi eksekusi di lapangan. Dengan fondasi sumber daya yang semakin solid, kami berada pada posisi yang lebih kuat untuk menjaga keberlanjutan operasi dan menciptakan nilai jangka panjang,” ungkap Presiden Direktur MBMA, Teddy Oetomo, dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (8/4).

Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan eksplorasi lanjutan, pembaruan model geologi, serta optimalisasi perencanaan tambang.

Basis cadangan yang lebih kuat ini memberikan kepastian pasokan bijih nikel untuk mendukung keberlanjutan operasi tambang dan fasilitas pengolahan hilir MBMA, termasuk smelter Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) dan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL).

Untuk tahun 2026, MBMA menargetkan produksi bijih saprolit antara 8,0 – 10,0 juta wmt, sedangkan bijih limonit berkisar antara 20,0 – 25,0 juta wmt. Perseroan juga menargetkan untuk mencapai swasembada bijih saprolit sepenuhnya untuk pabrik peleburan RKEF-nya pada tahun 2026.

Hal ini semakin memperkuat strategi integrasi MBMA di sepanjang rantai nilai baterai kendaraan listrik, sekaligus meningkatkan fleksibilitas operasional dan efisiensi jangka panjang.

“Ke depan, MBMA akan terus mendorong eksplorasi dan konversi sumber daya menjadi cadangan, guna memperpanjang umur tambang dan mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan berkode saham ANTM ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kinerja operasional, penguatan strategi pemasaran,

By Rian Wahyuddin
KPR Silika Jalani Penilaian Dokumen Lingkungan, Perkuat Komitmen Pengelolaan Dampak Tambang di Bombana

KPR Silika Jalani Penilaian Dokumen Lingkungan, Perkuat Komitmen Pengelolaan Dampak Tambang di Bombana

Jakarta, TAMBANG - PT Kasmar Poleang Raya (KPR Silika) menjalani penilaian dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RKL-RPL) untuk rencana kegiatan pertambangan pasir silika beserta fasilitas penunjangnya di Kecamatan Poleang Selatan dan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Penilaian yang

By Rian Wahyuddin