Ceria Corp Kibarkan Merah Putih di Puncak Mekongga, Rayakan Kemerdekaan dari Ketinggian 2.620 Mdpl

Ceria Corp Kibarkan Merah Putih di Puncak Mekongga, Rayakan Kemerdekaan dari Ketinggian 2.620 Mdpl
Istimewa.

Jakarta, TAMBANG - Setelah menempuh perjalanan panjang melalui medan pegunungan yang menantang, rombongan Ceria Corp akhirnya menjejakkan kaki di Puncak Gunung Mekongga.

Tepat pada 17 Agustus 2026, Merah Putih berkibar di ketinggian 2.620 meter di atas permukaan laut (MDPL), menjadi penanda keberhasilan Ekspedisi Gunung Mekongga sekaligus menghadirkan makna tersendiri dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dimulai dari Desa Tinukari, Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, pada 14 Agustus 2026, ekspedisi berlangsung selama beberapa hari hingga rombongan mencapai Puncak Mekongga.

Di sepanjang perjalanan, para peserta menghadapi medan yang menguji ketahanan fisik dan mental sembari menyaksikan dari dekat kekayaan bentang alam dan keanekaragaman hayati yang menjadi bagian dari karakter Pegunungan Mekongga.

Sebelum memulai pendakian, rombongan dilepas oleh perwakilan manajemen Ceria Corp bersama Pemerintah Desa Tinukari dan masyarakat setempat.

Saat pelepasan, Direktur Operasional PT Ceria Nugraha Indotama, Yusram Rantesalu, berpesan agar seluruh peserta senantiasa mengutamakan keselamatan, menjaga kekompakan, serta menjalani setiap tahapan ekspedisi dengan penuh tanggung jawab.

“Setiap tahapan yang kita lalui mengajarkan arti perjuangan, kebersamaan, disiplin, dan ketangguhan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat kemerdekaan dan perjalanan Ceria dalam menghadapi berbagai tantangan, serta memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia,” ujar Yusram dalam keteranannya, Jumat (21/8).

Perjalanan menuju puncak Mekongga turut diawali dengan aksi sosial berupa penyaluran paket sembako kepada masyarakat Desa Tinukari. Bagi Ceria Corp, momentum tersebut menjadi bagian dari semangat berbagi sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat yang berada di kawasan sekitar jalur menuju Gunung Mekongga.

Yusram menyampaikan bahwa kepedulian kepada masyarakat perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, kekayaan alam Mekongga merupakan karunia yang keberadaannya perlu dijaga agar manfaatnya tetap dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Gunung Mekongga dan seluruh kekayaan alam yang ada di dalamnya perlu kita syukuri dengan merawat dan memelihara kelestariannya agar manfaatnya dapat terus dirasakan dari generasi ke generasi,” tambahnya.

Pesan tersebut semakin terasa sepanjang perjalanan menuju puncak. Jalur pendakian memperlihatkan beragam karakter alam Mekongga, mulai dari hutan tropis, aliran sungai, vegetasi pegunungan, medan berbatu, hingga bentang karst di kawasan yang lebih tinggi.

Perubahan lanskap seiring bertambahnya ketinggian memperlihatkan kekayaan ekosistem yang menjadi bagian penting dari Pegunungan Mekongga.

Kawasan Mekongga juga menjadi habitat beragam flora dan fauna khas Sulawesi. Sejumlah kajian mengenai kawasan ini mencatat keberadaan Anggrek Sorume (Dendrobium utile), Anoa (Bubalus quarlesi), serta Julang Sulawesi (Rhyticeros cassidix) sebagai bagian dari potensi keanekaragaman hayati Mekongga.

Kekayaan tersebut menjadikan perjalanan menuju puncak sekaligus sebagai ruang untuk mengenali lebih dekat salah satu bentang alam penting di Sulawesi Tenggara.

Karena itu, potensi Mekongga sebagai tujuan pendakian dan wisata alam perlu berkembang sejalan dengan upaya menjaga kelestarian kawasan.

Perlindungan tutupan hutan, sumber air, habitat satwa, serta bentang alam menjadi penting agar peningkatan aktivitas wisata tetap memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengurangi nilai ekologis yang menjadi kekuatan utama Mekongga.

Harapan tersebut sejalan dengan pandangan Kepala Desa Tinukari, Hasrawati, ST. Ia menyambut positif pelaksanaan Ekspedisi Gunung Mekongga oleh Ceria Corp karena dapat membantu memperkenalkan potensi alam wilayahnya kepada masyarakat yang lebih luas.

“InsyaAllah, kegiatan seperti ini dapat semakin memperkenalkan Gunung Mekongga sehingga semakin banyak masyarakat yang mengetahui potensi alam yang kami miliki di Desa Tinukari,” ujar Hasrawati.

Menurut Hasrawati, semakin dikenalnya Gunung Mekongga juga diharapkan membuka peluang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat. Pengembangan wisata alam yang dikelola secara bertanggung jawab dapat memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk memperoleh manfaat ekonomi sekaligus mengambil bagian dalam menjaga kawasan. Hasrawati turut mengapresiasi aksi berbagi sembako yang dilaksanakan Ceria Corp kepada masyarakat Desa Tinukari sebagai bagian dari rangkaian ekspedisi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada manajemen Ceria Corp atas kepeduliannya kepada masyarakat Desa Tinukari melalui kegiatan berbagi sembako. Kami berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat terus terjaga dan kehadiran Ceria semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Ekspedisi Gunung Mekongga meninggalkan pengalaman yang melampaui pencapaian menuju puncak. Setiap tahapan perjalanan menghadirkan pembelajaran tentang ketangguhan, kekompakan, kepedulian terhadap sesama, serta penghargaan terhadap kekayaan alam yang ditemui sepanjang jalur ekspedisi.

Nilai-nilai tersebut menjadi refleksi bagi keluarga besar Ceria Corp dalam memaknai kemerdekaan melalui semangat untuk terus melangkah dan memberi manfaat.

Dari aksi berbagi bersama masyarakat Desa Tinukari, perjalanan menyusuri kekayaan alam Mekongga, hingga Merah Putih yang akhirnya berkibar di puncak, ekspedisi ini membawa satu rangkaian pesan tentang manusia, alam, dan kebersamaan.

Di tengah keindahan Mekongga, keberhasilan mencapai puncak sekaligus menjadi pengingat bahwa kekayaan alam Indonesia merupakan warisan yang perlu dikenali, dijaga, dan diteruskan kepada generasi mendatang.

Artikel Terkait

Alumni Angkatan 1976 UPN Veteran Yogyakarta dan Majalah TAMBANG Gelar Seminar Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

Alumni Angkatan 1976 UPN Veteran Yogyakarta dan Majalah TAMBANG Gelar Seminar Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

Jakarta, TAMBANG — Alumni Angkatan 1976 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) bersama Majalah TAMBANG bakal menggelar Seminar Nasional bertema “Mempersiapkan SDM Unggul, Inovatif dan Produktif untuk Mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045” di Kampus 1 UPNVY, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (22/8/2026). Seminar ini menjadi forum untuk mempertemukan kalangan

By Rian Wahyuddin