Energi Mega Persada Keluarkan US$ 1,75 Juta untuk Eksplorasi CBM

Energi Mega Persada Keluarkan US$ 1,75 Juta untuk Eksplorasi CBM

Jakarta – TAMBANG. Hingga 31 Januari 2015, PT Energi Mega Pesada, Tbk (ENRG) telah menghabiskan US$ 1,75 juta untuk kegiatan eksplorasi gas metan batu bara (Coal Bed Methane / CBM). Lokasi eksplorasi tersebut adalah di area Blok CBM Sangatta II.

Data tersebut disampaikan secara tertulis, Kamis (12/2), sesuai dengan aturan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai laporan bulanan aktivitas eksplorasi.

Pengerjaan eksplorasi oleh anak perusahaan bernama EMP Visi Multi Artha menggunakan metode pengujian dan pemilihan areal Coring Well SGT-CO2.

Aktivitas pemboran inti pipa berukuran 3,5 inci selama bulan pertama tahun 2015 ini diteruskan, dari kedalaman 616 meter hingga 782 meter. Selain itu pekerjaan juga meliputi penyemenan.

Rencana eksplorasi anak kelompok usaha Bakrie ini selanjutnya adalah menonaktifkan rig, dan berpindah ke sumur selanjutnya.

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin