Beranda Event ETF Berbasis Saham BUMN IPIM, naik 43%

ETF Berbasis Saham BUMN IPIM, naik 43%

Jakarta – TAMBANG. Exchange Traded Fund (ETF) (IDX:XISC) berbasis saham BUMN milik PT Indo Premier Investment Management (IPIM) pada tahun pertamanya di 1 Oktober 2016 ini berhasil memberikan imbal hasil sebesar 43,27%. Sedangkan dana kelolaan yang dihimpun naik dari Rp100 miliar menjadi Rp1,2 triliun.

 

“ETF ini salah satu cara mendapatkan return tanpa di saham. Karena saat beli langsung ditempatkan di saham, efisien fleksibel dan transparan.” ujar Presiden Direktur Indo Premier Diah Sofiyanti di bursa kamis (20/10).

 

Diah menjelaskan, minat investor ke produk ini lumayan banyak. Apalagi dengan adanya aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) asuransi, dana pensiun diwajibkan untuk menginvestasikan dananya sebesar 20% pada tahun 2016.

 

“Misalnya asuransi Jiwasraya persero berkomitmen untuk menempatkan dananya sebesar Rp100 miliar sebagai investor awal ETF,” paparnya.

 

Dari 8 ETF yang dimiliki, total dana kelolaannya sebesar Rp2,6 triliun hingga Oktober 2016, 75% lokal sisanya asing. Perseroan pun menargetkan dana kelolaan pada 2017 naik menjadi Rp6,5 triliun dari target tahun ini sebesar Rp4,5 triliun.

 

Pihaknya optimis ETF berbasis BUMN ini akan terus berkembang, melihat GDP Indonesia, dan ditopang dengan suku bunga yang tinggi. Tahun 2016 juga di lihat perseroan masih mempunyai prospek bagus, seperti program infrastruktur yang akan seperti ini 5 tahun kedepan, juga pertumbuhan IHSG terus berlanjut.

 

Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim mengatakan bahwa dirinya yakin, pasar masih akan rebound. Selain itu, BUMN diyakininya menjadi salah satu penggerak pasar, dan menjadi sumber pertumbuhan yang tinggi dan stabil bagi ekonomi Indonesia setidaknya 5 tahun kedepan ditopang oleh program pembangunan infrastruktur Indonesia.

 

“Kami akan suport di masa mendatang,” ujarnya.

 

Kurniady Lie, Managing Director, Chief Country Officer dari Deutsche Bank AG mengatakan bahwa pihaknya telah berpengalaman dalam mengadministrasikan ETF dan dalam penyediaan jasa layanan kustodian dan fund administration service. 

 

Menurutnya, perkembangan ETF sangat menggembiarakan di pasar modal Indonesia. Peluang pertumbuhan ETF BUMN dan ETF lainnya masih cukup pesat.

 

ETF merupakan produk ekuitas yang dikelola secara aktif, dimana Manajer investasi memiliki wewenang untuk menentukan emiten yang masuk ke dalam portofolio XISC. Misalnya dalam hal ini temanya BUMN dilatarbelakangi program pemerintah untuk mewujudkan keterhubungan indonesia. 

 

Artikulli paraprakBEI Incar 52 Perusahaan Asing IPO, Termasuk Tambang dan Migas.
Artikulli tjetërASTRA Terjun ke Bisnis Properti