Gelar TPT Ke-32, PERHAPI Dorong Perbaikan Tata Kelola Pertambangan Demi Ketahanan Ekonomi

Gelar TPT Ke-32, PERHAPI Dorong Perbaikan Tata Kelola Pertambangan Demi Ketahanan Ekonomi

Jakarta,TAMBANG,- Industri Pertambangan dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional. Secara khusus pasca pandemi covid-19, kontribusi sektor pertambangan cukup signifikant bagi pemulihan ekonomi nasional. “Ketika banyak negara mencatat pertumbuhan ekonomi negatif, Indonesia masih bisa tumbuh positif salah satu karena ditopang oleh sektor pertambangan. Kenaikan harga dan hilirisasi komoditi tambang yang sudah berjalan menjadikan perekonomian Indonesia lebih kokoh,”ungkap Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Rizal Kasli.

Ia menambahkan,”Kita perlu bersyukur bahwa Indonesia punya potensi sumber daya alam pertambangan yang cukup besar dan beragam. Ini menjadi modal berharga bagi perekonomian nasional. Kita juga berterima kasih pada Pemerintah yang telah dengan konsisten mendorong hilirisasi sehingga kita memperoleh nilai tambah yang lebih besar dari potensi sumber daya alam pertambangan ini,”.

Menurut Rizal, tata kelola menjadi aspek yang sangat penting untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam pertambangan sehingga bermanfaat bagi negara dan masyarakat. “Tata kelola yang baik tentu akan memberikan manfaat yang optimal bagi bangsa. PERHAPI sebagai organisasi profesi di sektor pertambangan terus mendukung dan mendorong penerapan tata kelola pertambangan yang lebih baik,”lanjutnya.

PERHAPI sejauh ini melihat tata kelola pertambangan di Indonesia sudah berjalan baik. Apalagi Pemerintah telah konsisten mendorong hilirisasi sehingga negara mendapat nilai tambah yang lebih besar. Investasi di kegiatan hilirisasi tumbuh secara luar biasa dan turut memberi kontribusi pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia bagian timur.

Namun PERHAPI juga mencatat masih ada sejumlah tantangan dan masalah yang ada di sektor pertambangan. “Kita melihat masih ada sejumlah persoalan yang harus mendapat perhatian diantaranya terkait dengan tata kelola mulai dari hulu sampai ke hilir. Mulai dari aktivitas penambangan sampai pada kegiatan pengolahan, pemurnian hingga ke industri manufaktur untuk memghasilkan barang jadi atau produk jadi,”lanjut Rizal.

Di hulu adanya pertambangan ilegal, tumpang tindih perizinan, fenomena dokumen terbang, penerapan good mining practice, CSR dan aspek lingkungan. Sementara di midstream dan hilir masih ada sejumlah isu mulai dari aspek SHE, produk yang dihasilkan yang dominan adalah produk antara dan juga konservasi cadangan khusus terkait nikel kelas 1.

“Ini semua menjadi catatan tentu harus menjadi perhatian para stakeholder pertambangan termasuk PERHAPI untuk dicarikan solusi sehingga potensi pertambangan yang kita miliki bisa memberi manfaat yang lebih optimal lagi bagi bangsa dan masyarakat,”ujar Rizal.

Inilah menjadi salah satu alasan Temu Profesi Tahunan (TPT) PERHAPI yang ke-32 mengusung tema “Tata Kelola Pertambangan Untuk Ketahanan Ekonomi Menuju Indonesia Unggul 2045’. Kegiatan tahunan ini akan dilaksanakan di Samarinda, Kalimantan Timur, 17-20 September.  Ada pun rangkaian kegiatan TPT PERHAPI 2023 akan dibuka dengan Gerak jalan santai yang akan dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, Rektor Universitas Mulawarman dan beberapa tokoh penting di Kalimantan Timur. Lalu ada kegiatan menarik lainnya yakni tour sungai Mahakam.

Acara kemudian dilanjutkan dengan rangkaian TPT mulai dari workshop, miners nite dan presentasi makalah terpilih baik di pleno maupun paralel. Dalam acara panel akan hadir Menteri ESDM Arifin Tasrif (dalam konfirmasi) dan Menteri Investasi/Kepala BKPM (dalam konfirmasi) serta Gubernur Kalimantan Timur Isran Noer.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin