Golden Eagle Belum Rencanakan Aktivitas Eksplorasi Agustus

Golden Eagle Belum Rencanakan Aktivitas Eksplorasi Agustus
Jakarta – TAMBANG. PT Golden Eagle Energy, Tbk (IDX: SMMT) tidak melakukan aktivitas eksplorasi sama sekali sepanjang bulan Juli 2015. Dan untuk bulan Agustus ini, perusahaan tersebut juga belum merencanakan aktivitas eksplorasi.   Abed Nego, Sekretaris Perusahaan Golden Eagle Energy, dalam laporannya kepada Bursa Efek Indonesia, Jumat (7/8) menyebutkan tidak ada aktivitas eksplorasi di kedua anak usaha perusahaan tersebut. Kedua anak usaha yang bergerak di bidang pertambangan batu bara yang dimaksud adalah PT Triaryani dan PT Internasional Prima Coal.   PT Internasional Prima Coal memiliki tiga konsesi batu bara di Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Perusahaan tersebut telah mulai berproduksi secara komersial sejak tahun 2010, dengan kapasitas yang kini sudah mencapai 900 ribu ton per tahun.   Sementara itu, PT Triaryani memegang tiga konsesi batu bara di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Saat ini, tambangnya berada dalam tahapan pengembangan produksi komersial, meskipun tidak disebutkan berapa kapasitas produksinya.   Kedua anak usaha tersebut merupakan ujung tombak Golden Eagle Energy, sejak mengalihkan fokus usaha ke bidang pertambangan batu bara. Sebelumnya, Golden Eagle terdaftar di bursa efek sebagai PT Eatertainment International, Tbk yang bergerak di bidang jasa boga dan hiburan. Perubahan nama dan fokus bisnis itu baru dilakukan pada September 2012 silam.

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda