Harga Batubara Acuan (HBA) Juli Naik, 6.322 GAR Dibandrol USD 107,35 per Ton

HBA Juli
ilustrasi

Jakarta, TAMBANG – Harga Batubara Acuan (HBA) periode pertama Bulan Juli 2025 untuk kalori 6.322 GAR dibandrol senilai USD107,35 per ton. Angka ini naik jika dibandingkan dengan HBA sebelumnya yang hanya USD 98,61 per ton.

Adapun HBA I (GAR 5.300) ditetapkan sebesar USD 71,50 atau turun dari periode sebelumnya yang mencapai USD 75,64 per ton.

HBA II dengan kalori 4.100 GAR ditetapkan sebesar USD 49,78 per ton, turun dibanding periode sebelumnya yang berada di angka USD 50,25 per ton. sementara HBA III dengan kalori 3.400 GAR, tercatat USD 35,87 per ton, naik dari USD 36,14 per ton.

Dilansir dari Instagram Ditjen Minerba, ketentuan ini tertuang Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kepmen ESDM) No. 217 Tahun 2025 tentang Harga Mineral Logam Acuan (HMA) dan Harga Batubara Acuan (HBA) untuk periode pertama bulan Juli 2025.

HBA ditentukan berdasarkan rata-rata empat indeks harga batu bara dunia, yakni Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt’s 5900, dengan penyesuaian kualitas pada kalori 6.322 kcal/kg GAR, Total Moisture 8%, Total Sulphur 0,8%, dan Ash 15%.

Harga ini berlaku untuk transaksi jual beli batubara secara spot selama satu bulan, dengan titik serah Free on Board (FOB) Vessel.

Baca juga: Menyasar Pasar Eropa Dan Amerika Serikat, Harita Nickel Ikuti Audit IRMA

Artikel Terkait

Dari Ekspor Unit Tunggal Menuju Terobosan Solusi Terintegrasi | LOVOL Heavy Industry Tampilkan Solusi Pertambangan Terpadu dari Hulu ke Hilir di Indonesia International Mining Exhibition 2026

Dari Ekspor Unit Tunggal Menuju Terobosan Solusi Terintegrasi | LOVOL Heavy Industry Tampilkan Solusi Pertambangan Terpadu dari Hulu ke Hilir di Indonesia International Mining Exhibition 2026

LOVOL Heavy Industry tampil menonjol di Mining Indonesia dengan solusi pertambangan terintegrasi yang mencakup proses penggalian, pemuatan, hingga pengangkutan. Didukung portofolio alat berat yang beragam, desain yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal, serta pengalaman dalam teknologi energi baru.

By Fahmi Adam
Rayakan Usia 36 Tahun, PERHAPI Komit Kawal dan Dukung Industri Pertambangan Berkelanjutan

Rayakan Usia 36 Tahun, PERHAPI Komit Kawal dan Dukung Industri Pertambangan Berkelanjutan

Jakarta,TAMBANG,- Saat ini, industri pertambangan nasional sudah semakin berkembang. Perannya pun semakin penting sebagai penopang perekonomian nasional. Namun harus diakui bahwa ada sejumlah tantangan maupun permasalahan yang dihadapi. Industri pertambangan harus menghadapi dinamika baik dari internal maupun eksternal. Adanya dinamika geopolitik internasional dan dinamika supply-demand komoditas mineral dan

By Egenius Soda