Harga Tembaga Kembali Anjlok

Harga Tembaga Kembali Anjlok
Jakarta-TAMBANG. Harga tembaga kembali anjlok setelah sempat menguat karena respon pasar atas rebound bursa saham Cina. Seperti dikutip dari laman Bloomberg (6/11), saat ini pasar kembali fokus terhadap fundamental logam industri.   Pada perdagangan hari ini sampai pukul 18:02 WIB, harga tembaga untuk pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) terkoreksi 1,1% menjadi US$5.080 per ton, sedangkan harga tembaga berjangka di New York Commodity Exchange (Comex) terkoreksi 1,94% menjadi US$2,27 per pon.   Wu Xiangfeng, analis Huatai Futures Co., mengatakan investor tampaknya kembali memantau perkembangan fundamental tembaga yang masih buruk. Pasokan melimpah dan permintaan masih lesu. Kenaikan beberapa waktu lalu hanya dukungan sesaat dari reboundnya pasar saham China.   “Ekspektasi kenaikan pasokan ke depannya juga menjadi sentimen negatif untuk harga komoditas logam industri tersebut,” ujarnya.   Adapun, wacana kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Desember nanti juga turut menjadi sentimen negatif untuk harga tembaga. Bila terealisasikan, maka harga komoditas logam industri itu bisa semakin tertekan pada awal tahun depan.

Artikel Terkait

Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Jakarta, TAMBANG – Penguatan industri hilir mineral Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi. Para ahli metalurgi nasional (metallurgist) dituntut naik kelas dari pengguna teknologi (technology user) menjadi pencipta dan penyedia teknologi (technology creator dan technology provider). Guru Besar Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Zulfiadi Zulhan, mengatakan perubahan peran

By Rian Wahyuddin
PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin