HBSM Golf Tournament 2026 Perkuat Sinergi dan Perluas Jejaring Industri Pertambangan

HBSM Golf Tournament 2026 Perkuat Sinergi dan Perluas Jejaring Industri Pertambangan
Dokumentasi: Rian/TAMBANG.

Jakarta, TAMBANG – PT Hidup Baru Sukses Mandiri (HBSM) kembali menggelar turnamen golf sebagai bagian dari upaya memperkuat silaturahmi dan jejaring dengan para pelaku industri pertambangan.

Memasuki penyelenggaraan ketiga, kegiatan yang di selenggarakan di Emeralda Golf Club, Cimanggis, Depok pada Rabu, 26 Agustus 2026 ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga momentum bagi HBSM untuk merayakan perkembangan bisnis sekaligus memperluas koneksi di sektor pertambangan dan energi.

Direktur Operasional HBSM, Alfons Djawa, mengatakan turnamen tersebut sengaja dirancang sebagai ruang pertemuan bagi berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan bisnis HBSM. Selain mengundang klien dari industri pertambangan, HBSM juga melibatkan komunitas golf dan sejumlah klub golf di Jakarta maupun daerah.

“Turnamen golf ini memang sengaja kami selenggarakan dalam rangka bersilaturahmi dengan orang-orang yang terlibat di industri pertambangan. Kegiatan ini sudah kami lakukan selama tiga kali penyelenggaraan,” ujar Alfons kepada TAMBANG.

Pemukulan Bola Asap oleh jajaran Manajemen HBSM. Dokumentasi: Rian/TAMBANG.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar pertandingan golf. Turnamen menjadi bentuk selebrasi atas perjalanan bisnis HBSM yang cakupannya telah berkembang di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Kalimantan, Sumatera, Sulawesi hingga kawasan Indonesia Timur.

Karena itu, peserta yang hadir tidak hanya berasal dari satu wilayah. Sejumlah principal supplier HBSM dari berbagai negara juga turut berpartisipasi sejak penyelenggaraan pertama.

Alfons menyebut pada event perdana, peserta datang dari Australia, Amerika Serikat, Swedia, Indonesia, hingga negara-negara Asia Tenggara. Pada penyelenggaraan kedua dan ketiga, partisipasi dari kawasan Asia Tenggara semakin luas, termasuk para klien yang memiliki hubungan bisnis dengan HBSM.

Direktur Operasional HBSM, Alfons Djawa. Dokumentasi: Rian/TAMBANG.

“Jadi, meskipun kami mengundang klien-klien dari industri pertambangan, acara ini juga kami buka untuk publik. Tujuannya agar kami tidak hanya berinteraksi dengan pihak-pihak yang relevan dengan bisnis HBSM, tetapi juga mempererat hubungan dengan para pencinta golf pada umumnya,” katanya.

Di tengah kondisi industri pertambangan yang masih menghadapi berbagai tantangan, HBSM memilih untuk tetap menjaga optimisme. Alfons menilai kondisi industri saat ini memang belum berada pada titik terbaik, namun kebutuhan terhadap komoditas energi, khususnya batu bara, masih tetap ada.

“Kita optimistis saja. Dari sisi kebutuhan, pada prinsipnya industri batu bara dan energi masih tetap dibutuhkan. Untuk kondisi pada 2027 seperti apa, tentu kita lihat nanti. Kami tetap optimistis,” ujarnya.

Dokumentasi: Rian/TAMBANG.

Pandangan serupa disampaikan Noval Asfihani, Direktur PT Karunia Armada Indonesia. Menurutnya, turnamen golf HBSM memberikan ruang bagi para pelaku usaha untuk memperluas networking sekaligus menikmati suasana yang lebih santai di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

Noval Asfihani. Dokumentasi: Rian/TAMBANG.

“Turnamen ini sangat luar biasa. Setiap tahun saya mengikuti undangan dari HBSM. Acaranya selalu meriah. Kami para golfer dan peserta semuanya bisa memperluas networking,” ujar Noval.

Ia berharap HBSM dapat terus memberikan dukungan kepada mitra bisnis, terutama ketika industri pertambangan sedang menghadapi tekanan. Di sisi lain, Noval menyebut perusahaan juga menerapkan strategi efisiensi, memaksimalkan armada yang tersedia, serta memperkuat kekompakan tim untuk menghadapi kondisi tersebut.

Sementara itu, profesional industri migas yang kini memasuki masa pensiun, Hendra Yanis, menilai penyelenggaraan turnamen berjalan profesional. Ia mengapresiasi persiapan panitia sejak proses registrasi hingga pertandingan berlangsung.

“Menurut saya, turnamen hari ini sangat bagus. Panitianya profesional dan pengaturan turnamennya juga sangat baik sejak awal,” kata Hendra.

Hendra Yanis. Dokumentasi: Rian/TAMBANG.

Hendra yang bermain di River Course, Emeralda Golf Club, menilai lapangan tersebut memberikan tantangan tersendiri karena fairway relatif sempit dan memiliki cukup banyak water hazard. Meski demikian, ia menilai pemilihan lokasi turut mendukung kualitas penyelenggaraan turnamen.

Ia juga optimistis terhadap prospek industri pertambangan dan energi Indonesia dalam jangka panjang. Menurut Hendra, kekayaan sumber daya alam Indonesia menjadi modal besar bagi perkembangan sektor tersebut, meskipun pelaku usaha harus menghadapi perubahan regulasi dan kebijakan.

“Indonesia secara umum sangat kaya dengan sumber daya alam, baik pertambangan maupun energi. Saya pikir prospek bisnisnya sangat besar untuk terus berkembang dan maju,” ujarnya.

Division Head HSE PT Borneo Indobara (BIB), Yudha Hadiyanto Eka Saputra menyebut turnamen golf HBSM menjadi salah satu ajang yang dinantikan. Ini merupakan kali kedua Yudha mengikuti kegiatan tersebut.

“Kalau HBSM mengadakan acara, pasti gokil dan pasti kebagian hadiah. Hari ini saya mendapatkan putter, tahun lalu saya mendapatkan sand wedge. Memang kalau acara HBSM, semua pemain pasti kebagian hadiah,” ujar Yudha.

Yudha Hadiyanto Eka Saputra. Dokumentasi: Rian/TAMBANG.

Selain menjadi sarana networking, Yudha melihat kegiatan tersebut sebagai kesempatan membangun relasi secara lebih informal. Ia sendiri mulai mengenal golf setelah diperkenalkan oleh rekan bisnis dan kemudian melihat olahraga tersebut sebagai media yang efektif untuk memperluas jaringan.

Hubungan bisnis Borneo Indobara dengan HBSM juga telah berjalan selama dua tahun, khususnya dalam pengelolaan lumpur tambang menggunakan metode Geotube. Pada tahun pertama, volume lumpur yang ditangani sekitar 50 ribu meter kubik, sedangkan tahun ini direncanakan meningkat menjadi sekitar 150 ribu meter kubik.

Menurut Yudha, kebutuhan terhadap pengelolaan lumpur akan tetap ada seiring aktivitas pertambangan. Penggunaan Geotube menjadi bagian dari upaya perusahaan memastikan pengelolaan lingkungan berjalan sesuai standar.

Dokumentasi: Rian/TAMBANG.

“Kalau HBSM lebih banyak bermain di pengelolaan lumpur, sementara industri pertambangan, khususnya batu bara, pasti menghasilkan lumpur, saya melihat kebutuhannya akan tetap ada,” jelasnya.

Ia berharap HBSM dapat terus memperluas jaringan bisnis dan kembali menggelar turnamen pada tahun-tahun mendatang. Bagi para peserta, turnamen tersebut bukan hanya tentang skor dan podium, melainkan kesempatan membangun hubungan, bertukar pengalaman, dan menjaga optimisme bersama di tengah dinamika industri pertambangan.

Dengan menggabungkan olahraga, networking, dan silaturahmi, HBSM Golf Tournament 2026 menunjukkan bahwa komunikasi antarpelaku industri tetap memiliki ruang penting, bahkan ketika sektor pertambangan menghadapi tekanan dan perubahan kebijakan.

Galeri HBSM Golf Tournament 2026

Artikel Terkait

ASPEBINDO Dorong Kolaborasi Percepat Pengembangan Bioenergi di Indonesia

ASPEBINDO Dorong Kolaborasi Percepat Pengembangan Bioenergi di Indonesia

Jakarta, TAMBANG – Asosiasi Pengusaha Batubara dan Energi Indonesia (ASPEBINDO) mendorong penguatan jejaring dan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pengembangan bioenergi di Indonesia. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus yang mengemuka dalam Bioenergy Summit 2026 yang digelar ASPEBINDO, Rabu (26/8). Ketua Umum ASPEBINDO, Anggawira mengatakan, pengembangan energi terbarukan membutuhkan sinergi

By Rian Wahyuddin
Sukses Dalam Pengeboran di Sumur Semberah-206, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

Sukses Dalam Pengeboran di Sumur Semberah-206, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan jasa energi terintegrasi, PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA), kembali menunjukkan kapabilitas operational excellence pada layanan hulu migas. Kali ini perusahaan yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina sukses melaksanakan pengeboran Sumur Semberah-206 (SEM-20-US) milik PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) Zona 9 di Kutai Kartanegara,

By Egenius Soda
DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI kini memiliki jajaran Komisaris dan Direksi lengkap untuk mendukung pelaksanaan mandatnya dalam tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Dewan Komisaris DSI dipimpin Komisaris Utama Cipung Noer, bersama Tony Wenas, Prof. Mari Elka Pangestu, dan Harold Tjiptadjaja sebagai Komisaris. Jajaran tersebut memiliki

By Rian Wahyuddin