Jaga Ekosistem Laut, PAMA Perkuat Konservasi Terumbu Karang di Pulau Miang Kutai Timur
PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Distrik KPC memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan pesisir dan laut melalui program konservasi terumbu karang di Pulau Miang, Kabupaten Kutai Timur.
Kutai Timur, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Distrik KPC memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan pesisir dan laut melalui program konservasi terumbu karang di Pulau Miang, Kabupaten Kutai Timur.
Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi bersama PT KPP Mining Distrik Inde dan Forum Alien Mangrove sebagai bagian dari implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) PAMA di bidang lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan konservasi diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya ekosistem terumbu karang kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Miang.
Edukasi ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem laut yang memiliki peran penting sebagai habitat biota laut sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya pesisir.
Sebagai tindak lanjut, PAMA bersama mitra melaksanakan transplantasi terumbu karang dengan menggunakan 50 media tanam yang terdiri dari dua tahap. Secara keseluruhan, sebanyak 500 fragmen karang ditransplantasikan, meliputi sejumlah jenis karang, antara lain

Acropora cervicornis, Acropora microphthalma, Acropora humilis, Acropora hyacinthus, Acropora acuminata, Acropora aculeus, dan Montipora danae.
CSR Department Head PT Pamapersada Nusantara Distrik KPC, Agung Dwi, mengatakan konservasi terumbu karang merupakan bagian dari upaya PAMA dalam menciptakan manfaat lingkungan dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Melalui program ini, PAMA bersama mitra berupaya menjaga keberlanjutan ekosistem laut sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pelestarian lingkungan. Kami berharap terumbu karang yang ditransplantasikan dapat mendukung peningkatan populasi ikan, menjaga keseimbangan ekosistem, serta memberikan nilai tambah bagi pengembangan wisata bahari Pulau Miang,” ujar Agung Dwi dalam keterangannya, dilansir Kamis (20/8).
Forum Alien Mangrove turut berperan dalam memberikan edukasi serta pendampingan teknis dalam pelaksanaan transplantasi terumbu karang. Ketua Forum Alien Mangrove Sangatta, Faisal, mengapresiasi dukungan PAMA dan KPP terhadap upaya konservasi di Pulau Miang.
“Kami berterima kasih kepada PAMA dan KPP atas dukungan terhadap kegiatan konservasi ini. Kolaborasi seperti ini penting untuk menjaga ekosistem laut sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Pulau Miang,” ungkapnya.
Program konservasi ini juga mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Tokoh masyarakat Pulau Miang, Anwar Ashaf, berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan maupun masyarakat.
PAMA memandang keberlanjutan ekosistem pesisir sebagai bagian penting dari upaya membangun hubungan yang harmonis antara aktivitas perusahaan, masyarakat, dan lingkungan.

Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, program konservasi di Pulau Miang diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga kekayaan laut Kutai Timur sekaligus mendukung pengembangan wisata bahari yang berkelanjutan.