Kick Off Minerba Convex 2026, Dirjen Minerba Dorong Pertambangan Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah mendorong subsektor mineral dan batubara (minerba) untuk tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno dalam Kick Off Minerba Convex 2026 di Jakarta, Jumat (11/9). Menurutnya, keberhasilan pertambangan perlu dilihat dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dan perekonomian nasional.
“Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama mengelola kekayaan alam dengan sebaik-baiknya. Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) juga terus diarahkan agar manfaat pertambangan betul-betul dapat dirasakan secara langsung dan berkelanjutan,” ujar Tri.
Dari sisi penerimaan negara, subsektor minerba juga menunjukkan kontribusi yang signifikan. Hingga Agustus 2026, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) subsektor minerba telah mencapai Rp108,13 triliun, dari target tahun 2026 sebesar Rp133,9 triliun.
Menurut Tri, capaian tersebut menunjukkan peran penting subsektor minerba dalam mendukung perekonomian nasional. Namun, kontribusi pertambangan tidak berhenti pada penerimaan negara.
“Capaian tersebut harus kita maknai lebih jauh, yakni sebagai penciptaan lapangan pekerjaan, tumbuhnya ekonomi daerah, serta semakin luasnya kesempatan masyarakat untuk berkembang,” tuturnya.
Sejalan dengan upaya memperluas manfaat pertambangan, Tri menyambut baik penyelenggaraan Minerba Convex 2026 yang akan berlangsung pada 2–3 November 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh 18 asosiasi subsektor mineral dan batubara bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara.
Ketua Panitia Minerba Convex 2026 Catur Gunadi mengatakan, Minerba Convex dirancang sebagai ruang pertemuan antara dunia pertambangan dan masyarakat luas. Kegiatan ini akan menghadirkan konferensi, pameran, apresiasi, serta berbagai lomba yang melibatkan pelajar, mahasiswa, jurnalis, dan masyarakat umum.
“Minerba Convex diharapkan menjadi public conversation atau ruang percakapan antara dunia pertambangan dengan masyarakat luas, sekaligus membangun pemahaman bersama mengenai masa depan pertambangan,” ujar Catur.
Selain itu, Minerba Convex 2026 akan menghadirkan G2G (government to government) business, coaching clinic bagi pelaku usaha pertambangan, serta talkshow melalui Mining Public Talk yang membahas berbagai aspek pertambangan dari perspektif publik.
Catur mengatakan, penyelenggaraan Minerba Convex 2026 juga menjadi upaya membuka perspektif yang lebih luas mengenai dunia pertambangan.
“Kami menggunakan istilah mining through different eyes, bahwa masyarakat memperoleh kesempatan melihat pertambangan dari perspektif baru yang lebih utuh,” ujarnya.
Mengangkat tema “Membangun Bangsa, Memberdayakan Masyarakat”, Minerba Convex 2026 diharapkan menjadi wadah kolaborasi dan pertukaran gagasan antara pemerintah, asosiasi, pelaku usaha, akademisi, media, dan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, kontribusi pertambangan diharapkan tidak hanya terlihat dari besarnya produksi dan penerimaan negara, tetapi juga dari manfaat yang hadir di tengah masyarakat serta kontribusinya dalam membangun masa depan Indonesia yang berkelanjutan.