LiuGong Mulai Bangun Pabrik Alat Berat EV di Karawang, Investasi Awal Capai Rp1,3 Triliun

Produsen alat berat asal Tiongkok, LiuGong, resmi memulai pembangunan Indonesia Green Smart Industrial Park di Kawasan Industri Karawang Artha Industrial Hill (KAIH), Jawa Barat.

LiuGong Mulai Bangun Pabrik Alat Berat EV di Karawang, Investasi Awal Capai Rp1,3 Triliun
Groundbreaking Pabrik PT LiuGong Machinery Indonesia, Karawang, Jawa Barat. dok. TAMBANG/Fahmi

Karawang, TAMBANG – Produsen alat berat asal Tiongkok, LiuGong, resmi memulai pembangunan Indonesia Green Smart Industrial Park di Kawasan Industri Karawang Artha Industrial Hill (KAIH), Jawa Barat. Investasi ini menjadi langkah strategis perusahaan untuk menjadikan Indonesia sebagai basis manufaktur alat berat di kawasan Asia Pasifik sekaligus mendukung pengembangan ekosistem industri alat berat nasional.

Prosesi groundbreaking pada Rabu (22/7) dihadiri Chairman Guangxi LiuGong Group Co., Ltd. Zheng Jin, Vice Chairman and President Guangxi LiuGong Machinery Luo Guobing, Vice President Guangxi LiuGong Machinery Deng Tao, President Director LiuGong Machinery Indonesia Levi Lin, pejabat pemerintah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, termasuk Kementerian Perindustrian, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Pemerintah Kabupaten Karawang, hingga Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie.

Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada semester pertama 2027 dan akan menjadi pabrik pertama LiuGong di Indonesia yang memproduksi alat berat elektrik. Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, pabrik tersebut juga diproyeksikan menjadi basis ekspor ke kawasan Asia Pasifik, Amerika Utara, dan Eropa.

Namun di balik seremoni groundbreaking, investasi ini juga menandai semakin ketatnya persaingan industri alat berat di Indonesia. Tidak lagi sekadar menjadi pasar penjualan, Indonesia mulai diposisikan sebagai pusat produksi regional oleh sejumlah produsen global.

dok. TAMBANG/Fahmi

Chairman Guangxi LiuGong Group Co., Ltd. Zheng Jin mengatakan pembangunan Indonesia Green Smart Industrial Park merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam memperluas investasi di Indonesia sekaligus mendukung transformasi industri hijau.

"Indonesia Green Smart Industrial Park mencerminkan komitmen jangka panjang LiuGong terhadap pasar Indonesia. Kami akan terus memperdalam kemitraan di Indonesia dan kawasan ASEAN, mendorong inovasi melalui kolaborasi yang terbuka, serta bekerja sama dengan para mitra industri untuk mendukung pembangunan industri yang berkelanjutan dan transformasi hijau di kawasan," ujar Zheng Jin.

Pemenuhan TKDN

Dalam sesi wawancara usai groundbreaking, President Director of LiuGong Machinery Indonesia, Levi Lin, menjelaskan bahwa pabrik yang dibangun berdiri di atas lahan seluas 27 hektare dengan workshop sekitar 20.000 meter persegi. Pada tahap awal, fasilitas tersebut akan memiliki kapasitas produksi hingga 5.000 unit untuk excavator dan wheel loader per tahun, termasuk model elektrik.

Levi Lin mengakui bahwa produksi tahap awal masih menggunakan skema Completely Knocked Down (CKD) dengan komponen yang didatangkan dari Tiongkok. Namun, perusahaan menargetkan peningkatan penggunaan komponen lokal secara bertahap melalui pengembangan pemasok nasional.

"Pada awalnya kami akan menggunakan sistem CKD dengan komponen dari China. Namun kami akan mengembangkan mitra dan supplier lokal. Dalam tiga tahun ke depan kami ingin meningkatkan kandungan lokal dan membangun ekosistem industri bersama mitra di Indonesia," ujar Levi Lin.

Menurut Levi Lin, tujuan investasi tersebut bukan hanya membangun fasilitas manufaktur, tetapi juga menciptakan rantai pasok yang mampu mendukung perkembangan industri alat berat nasional.

"Kami tidak hanya ingin membangun sebuah pabrik, kami juga ingin membangun ekosistem. Kami ingin membantu pemerintah Indonesia mengembangkan industri alat berat dan menghadirkan lebih banyak supplier di Indonesia," katanya.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Dok. TAMBANG/Fahmi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengapresiasi langkah investasi yang dilakukan LiuGong di Karawang, Menurut Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, hadirnya LiuGong disana dapat memberikan efek multiplier ke masyarakat sekitar dari sisi ekonomi, mulai dari pajak hingga usaha sekitar wilayah terpengaruhi.

Indonesia Menjadi Hub Strategis

Sementara itu, Vice President of Guangxi LiuGong Machinery, Deng Tao, mengatakan pemilihan Indonesia merupakan bagian dari strategi global perusahaan yang berfokus pada solusi, digitalisasi, dan globalisasi.

Menurutnya, Indonesia memiliki posisi strategis karena didukung pembangunan infrastruktur yang terus berkembang, kebijakan pemerintah yang mendorong industrialisasi, serta potensi pasar domestik yang besar.

"Indonesia bagi kami merupakan tempat yang sangat strategis dalam strategi global perusahaan. Pembangunan fasilitas di Indonesia merupakan bagian dari jaringan manufaktur global LiuGong untuk melayani pasar Indonesia, Asia Pasifik, hingga ekspor ke berbagai negara," ujar Deng Tao.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi hanya dipandang sebagai pasar alat berat terbesar di Asia Tenggara, tetapi juga sebagai lokasi produksi yang terintegrasi dengan rantai pasok global perusahaan.

Alat Berat Elektrik Jadi Fokus Baru

Selain memperkuat kapasitas manufaktur, LiuGong juga menjadikan elektrifikasi sebagai salah satu fokus investasi di Indonesia.

Deng Tao mengatakan perusahaan telah menyesuaikan mesin diesel agar kompatibel dengan penggunaan biodiesel B50 sesuai dengan anjuran pemerintah Indonesia. Namun dalam jangka panjang, LiuGong menilai alat berat elektrik akan menjadi solusi yang semakin penting bagi industri.

"Elektrifikasi adalah tren yang sangat jelas di Indonesia dan juga di seluruh dunia. Kami ingin bekerja sama dengan pemerintah dan supplier lokal untuk membangun ekosistem alat berat elektrik di Indonesia," kata Deng Tao.

Meski demikian, adopsi alat berat listrik masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kesiapan infrastruktur pengisian daya, pola operasi di sektor pertambangan, hingga biaya investasi awal. Karena itu, pembangunan pabrik ini baru menjadi langkah awal menuju terbentuknya ekosistem alat berat rendah emisi di Indonesia.

Investasi Tahap I Rp1,3 Triliun dan Pengembangan SDM

Peresmian R & D antara LiuGong dan Universitas Gajah Mada dok. TAMBANG/Fahmi

Dalam kesempatan tersebut, LiuGong juga mengungkapkan nilai investasi tahap pertama mencapai sekitar Rp1,3 Triliun. Selain pembangunan fasilitas produksi, perusahaan akan memperkuat investasi di bidang riset dan pengembangan (R&D), khususnya teknologi elektrifikasi.

Di sisi sumber daya manusia, LiuGong telah menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada serta lebih dari 10 institusi pendidikan di Indonesia untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang alat berat dan elektrifikasi. Program tersebut melengkapi kerja sama pendidikan yang sebelumnya telah melatih lebih dari 900 siswa sejak 2023.

Masuknya investasi LiuGong memperlihatkan meningkatnya kepercayaan produsen global terhadap prospek industri manufaktur Indonesia. Namun manfaat jangka panjangnya tidak hanya akan diukur dari kapasitas produksi atau nilai investasi.

Keberhasilan proyek ini akan sangat bergantung pada realisasi peningkatan TKDN, tumbuhnya pemasok komponen dalam negeri, keberhasilan transfer teknologi, serta kemampuan Indonesia memanfaatkan investasi tersebut untuk memperkuat daya saing industri alat berat nasional.

Jika target tersebut tercapai, Indonesia tidak hanya menjadi pasar utama alat berat di kawasan, tetapi juga berpeluang berkembang menjadi salah satu pusat manufaktur alat berat berorientasi ekspor di Asia Pasifik.

Artikel Terkait

PT Galley Adhika Arnawama Siap Melepas Saham Mayoritas di PT Mitrabahtera Segara Sejati,Tbk

PT Galley Adhika Arnawama Siap Melepas Saham Mayoritas di PT Mitrabahtera Segara Sejati,Tbk

Jakarta,TAMBANG,- Pemegang saham PT Mitrabahtera Segara Sejati, Tbk, perusahaan penyedia solusi Transportasi laut terpadu untuk industri pertambangan mengumumkan kesepakatan transaksi saham. Dijelaskan dalam Keterbukaan Informasi pada 21 Juli 2026, PT Galley Adhika Arnawama selaku pemegang saham mayoritas Perseroan (Penjual) telah menandatangani CSPA dengan PT Wibowo Group Capital selaku pembeli

By Egenius Soda