Minyak: Kesepakatan Produksi Masih Jadi Perdebatan

Minyak: Kesepakatan Produksi Masih Jadi Perdebatan
JAKARTA, TAMBANG. HARGA minyak turun setelah seorang anggota kabinet Kuwait mengatakan, tak akan menambah produksi minyak jika lainnya melakukan hal yang sama.   Pernyataan itu diartikan sebagai OPEC belum kompak. Produksi minyak bisa naik sewaktu-waktu. Akibat kekhawatiran itu, minyak Brent untuk penyerahan ke depan turun 12 sen menjadi $40,72 per barel. Sementara harga minyak Amerika, West Texas Intermediate turun 10% menjadi $37,80 per barel.   Anggota kabinet Kuwait yang mengeluarkan pernyataan heboh itu adalah Menteri Keuangan Anas al-Saleh. Ia juga mengatakan, negaranya hanya ikut berpartisipasi tidak menaikkan produksi jika produsen utama lain, termasuk Iran, melakukan hal yang sama.   ‘’Kami akan menambah minyak habis-habisan, bila tidak ada kesepakatan. Setiap barel yang saya produksi, akan saya jual,’’ lanjutnya. Saat ini Kuwait memproduksi minyak 3 juta barel per hari.   Namun, arus besar yang saat ini beredar adalah keinginan para produsen minyak untuk tidak menambah jumlah produksinya. Senin kemarin, pemerintah Ekuador mengatakan, produsen minyak di Amerika Latin akan berjumpa Jumat ini, untuk membicarakan bagaimana mencegah harga minyak terus jatuh.   Bila tak ada perubahan jadwal, pada 20 Maret juga akan berlangsung pertemuan antara menteri energi dari Rusia, Saudi Arabia, Qatar, dan Venezuela. Mereka akan membicarakan tingkat produksi yang wajar, agar harga minyak naik.   Lembaga keuangan internasional, Goldman Sachs dalam laporannya Selasa ini mengatakan, kenaikan komoditi yang sekarang terjadi belum stabil, dan belum tentu berlanjut. ‘’Memang, bisa saja harga naik. Tapi harga tinggi tidak tepat dalam situasi sekarang,’’ tulis Goldman Sachs dalam laporannya.   ‘’Energi membutuhkan harga rendah untuk menjaga tekanan dari situasi keuangan,’’ tulisnya.

Artikel Terkait

Dorong Ketahanan Pangan dan Edukasi Lingkungan, PAMA Ajak Pelajar Tanam Padi Organik di Kutai Timur

Dorong Ketahanan Pangan dan Edukasi Lingkungan, PAMA Ajak Pelajar Tanam Padi Organik di Kutai Timur

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Site Indominco bersama PT Indominco Mandiri (IMM) mengajak puluhan pelajar mengenal pertanian dan pentingnya menjaga lingkungan melalui kegiatan tanam padi organik di Kawasan Wisata Sawah Desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur. Mengusung tema “Bersinergi untuk Bumi, Pendidikan, dan Masa Depan yang Berkelanjutan”

By Rian Wahyuddin
Kick Off Minerba Convex 2026, Dirjen Minerba Dorong Pertambangan Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Kick Off Minerba Convex 2026, Dirjen Minerba Dorong Pertambangan Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah mendorong subsektor mineral dan batubara (minerba) untuk tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

By Egenius Soda
Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Jakarta, TAMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengisi posisi Menteri Keuangan hingga berakhirnya masa jabatan periode 2024-2029. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian

By Rian Wahyuddin