Naik 19,7%, Pendapatan Bumi Resources Rp7,28 Triliun di Kuartal I 2026
BUMI berhasil mencatatkan pendapatan sebesar USD417,7 juta atau setara Rp7,28 triliun (kurs: Rp17.438,30 per USD) sepanjang Kuartal I 2026.
Jakarta, TAMBANG – PT Bumi Resources Tbk (BUMI), berhasil mencatatkan pendapatan sebesar USD417,7 juta atau setara Rp7,28 triliun (kurs: Rp17.438,30 per USD) sepanjang Kuartal I 2026. Angka ini naik 19,7% dibanding dengan periode sama tahun 2025 yang mencapai USD348,8 juta.
“Perseroan mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang kuat, ditandai oleh kenaikan pendapatan sebesar 19,7% menjadi USD 417,7 juta dan laba sebelum pajak yang hampir berlipat ganda secara tahunan,” ungkap Manajemen dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (5/5).
Peningkatan volume produksi dan penjualan menjadi penopang kinerja perusahaan di tengah tekanan harga batu bara. Meski harga jual rata-rata tercatat turun sekitar 10%, kondisi tersebut berhasil diimbangi oleh perbaikan signifikan pada strip ratio.
“Peningkatan volume produksi dan penjualan, dipadukan dengan perbaikan signifikan pada strip ratio, berhasil mengompensasi penurunan harga jual rata-rata batu bara sebesar 10% sehingga mendorong ekspansi marjin operasi dan profitabilitas yang lebih tinggi di seluruh lini usaha,” jelasnya.
Kenaikan juga terjadi pada laba bersih Perseroan yang mencatat sebesar USD41,1 atau setara Rp716 miliar. Capaian ini naik sebesar 36,6% dibanding periode yang sama di tahun 2025 yang mencapai USD30,1 juta.
Beban pokok pendapatan tercatat meningkat menjadi USD334,8 juta dari sebelumnya USD297,5 juta, atau naik 12,5% seiring dengan kenaikan aktivitas operasional.
Meski demikian, laba bruto justru melonjak signifikan menjadi USD82,8 juta dibandingkan USD51,2 juta pada periode sebelumnya, tumbuh 61,6%. Di sisi lain, beban usaha juga mengalami kenaikan sebesar 44,8% menjadi USD33,8 juta dari USD23,3 juta.
Kondisi tersebut mendorong laba usaha meningkat tajam sebesar 75,8% menjadi USD49,1 juta, dari sebelumnya USD27,9 juta. Sejalan dengan itu, margin usaha turut membaik menjadi 11,7% dibandingkan 8,0% pada periode sebelumnya.
Adapun laba sebelum pajak tercatat hampir dua kali lipat, mencapai USD55,3 juta dari USD28,6 juta, atau tumbuh 93,1%, mencerminkan peningkatan profitabilitas yang kuat.