Pekerja Berau Coal Gelar Aksi Tolak Dominasi Asing

Pekerja Berau Coal Gelar Aksi Tolak Dominasi Asing
Aksi Damai Pekerja PT Berau Coal

Tanjung Redeb - TAMBANG. Setelah sempat melayangkan surat, Serikat Pekerja PT Berau Coal akhirnya menggelar aksi damai di kantor Berau Coal di Kalimantan Timur, hari ini (8/4). Para pekerja menolak dominasi asing di perusahaan batu bara tersebut.

Usai penyampaian taklimat K3 rutin, sekitar pukul 08.00 WITA, para pegawai menggelar aksi damai. Para pegawai membubuhkan tanda tangan dan membentangkan spanduk di halaman kantor. Aksi yang hanya berlangsung sekitar satu jam itu pun diakui pihak manajemen tidak mengganggu operasional produksi tambang batu bara.

Serikat Pekerja yang mewakili 11.657 orang pegawai PT Berau Coal dan mitra kerjanya menegaskan kembali penolakannya terhadap penguasaan kepemilikan saham dan manajemen asing. Hal tersebut sebelumnya sudah diutarakan lewat surat yang dialamatkan kepada Direktur Utama Berau Coal, tertanggal 6 April 2015.

"Berau Coal adalah Obyek Vital Nasional (Obvitnas) batu bara, sumber energi milik bangsa Indonesia. Keberadaaan PT Berau Coal harus memberikan manfaat sebesar mungkin untuk karyawan Berau Coal, untuk masyarakat Kabupaten Berau, dan untuk Indonesia, bukan untuk manfaat maksimal bagi bangsa asing," demikian bunyi poin teratas dalam deklarasi yang ditandatangani Ketua Serikat Pekerja Berau Coal, M. Lukman Rahim.

Selain menolak kontrol dan dominasi asing terhadap kepemilikan dan kepemimpinan di PT Berau Coal, mereka juga menolak jika perusahaan itu dijadikan jaminan utang dan digadaikan untuk kepentingan asing. Hal itu dinilai akan menekan kesejahteraan karyawan dan tidak memberi manfaat bagi masyarakat Berau dan bangsa Indonesia secara umum.

" meminta Presiden Direktur atau Pemimpin PT Berau Coal adalah orang Indonesia yang memiliki intergritas, komitmen dalam memberikan manfaat positif dan kesejahteraan bersama bagi karyawan, masyarakat Berau, Pemerintah Berau dan Indonesia," tambahnya.

Pihak pimpinan Berau Coal diminta pula untuk menjalin kerjasama dan komunikasi yang baik berdasarkan kearifan lokal.

Serikat Pekerja, melalui aksi ini juga meminta pemerintah, melalui Kementrian ESDM, memberikan dukungan. Mereka berharap pemerintah berpihak pada kepentingan nasional, karena batu bara adalah sumber daya alam untuk kemakmuran bangsa Indonesia.

"Penyampaian aspirasi merupakan bagian dari demokrasi, dan merupakan hak karyawan yang wajib dihormati. Saat ini, pihak manajemen pun mengaku tengah melakukan komunikasi dengan serikat pekerja," jelas Arif Hadianto, External Communication Section Head PT Berau Coal.

Arif juga menegaskan bahwa sesuai dengan aturan yang berlaku, penetapan direktur utama dilakukan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Berau Coal Energy, induk usaha Berau Coal, sudah terjadual tanggal 30 April 2015. Amir Sambodo yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden Direktur, digantikan oleh seorang warga negara Australia bernama Hamish Tyrwhitt, pada akhir Maret lalu. Pergantian jabatan itu berawal dari keputusan Asia Resource Minerals Plc, induk usaha Berau Coal Energy yang bermarkas di London.

Artikel Terkait

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI kini memiliki jajaran Komisaris dan Direksi lengkap untuk mendukung pelaksanaan mandatnya dalam tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Dewan Komisaris DSI dipimpin Komisaris Utama Cipung Noer, bersama Tony Wenas, Prof. Mari Elka Pangestu, dan Harold Tjiptadjaja sebagai Komisaris. Jajaran tersebut memiliki

By Rian Wahyuddin
DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI mengumumkan kesiapan operasional dalam menjalankan mandat pengelolaan ekspor komoditas strategis Indonesia. Dalam waktu sedikit lebih dari dua bulan, DSI telah membangun visibilitas analitis terhadap sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari USD14 miliar. DSI dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)

By Rian Wahyuddin
SDM Unggul Jadi Kunci Hilirisasi dan Masa Depan Industri Minerba Menuju Indonesia Emas 2045

SDM Unggul Jadi Kunci Hilirisasi dan Masa Depan Industri Minerba Menuju Indonesia Emas 2045

Yogyakarta, TAMBANG – Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong transformasi industri mineral dan batubara (minerba) menuju Indonesia Emas 2045. Hilirisasi, digitalisasi, transisi energi, dan tuntutan keberlanjutan membutuhkan tenaga profesional dengan kompetensi yang semakin beragam. Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Mempersiapkan SDM Unggul, Inovatif,

By Rian Wahyuddin