Penurunan Harga Minyak Berdampak ke Pendapatan Riau

Penurunan Harga Minyak Berdampak ke Pendapatan Riau

Jakarta-TAMBANG. Merosotnya harga minyak dunia turut berimbas pada pendapatan daerah penghasil migas seperti Riau. Terkait itu, Pemprov Riau belum mengambil langkah tertentu terkait potensi penyusutan Dana Bagi Hasil (DBH) migas.

Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, seperti dikutip Bisnis.com (26/1) mengatakan, pihaknya masih mengamati perkembangan harga minyak mentah yang cenderung turun. “Kami masih mengikuti perkembangan harga minyak dunia di pasar global, kalau pengaruhnya ke DBH migas yang diterima Riau, kami belum menghitungnya,” kata Andi.

Andi mengaku akan membicarakan kondisi ini dengan pihak terkait di pusat dan daerah untuk mengetahui berapa besar pengaruh penyusutan ini pada penerimaan daerah. Ia juga belum bisa memastikan apakah akan melakukan pemangkasan anggaran untuk dinas tertentu, atau sampai membatalkan program kerja yang telah disiapkan di APBD 2015.

Kalaupun akan ada revisi program kerja, dia memastikan rencana prioritas Pemprov Riau yang telah disiapkan tidak diganggu gugat. “Tentu akan dihitung lagi berapa penyusutan dari DBH Migas itu, yang jelas sampai sekarang program kerja belum ada perubahan,” katanya.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau M Yafiz mengatakan penurunan harga minyak mentah dunia memang memengaruhi penerimaan DBH untuk Riau dari sektor migas.

“Memang otomatis berpengaruh ke penerimaan daerah, karena harga minyak mentah berpatokan ke pasar global,” katanya.

Untuk 2015, DBH Migas yang diterima Pemprov Riau dengan acuan harga minyak mentah US105$ per barrel bisa mencapai Rp11,9 triliun. Dengan pelemahan harga minyak mentah dunia ke harga US$50 per barrel, Yafiz mengatakan kondisi ini akan memengaruhi kinerja Pemprov Riau dan program pembangunan yang sudah direncanakan.

“Kami harap pelemahan harga minyak dunia ini tidak berlanjut, unuk mengurangi dampaknya kami akan genjot pemasukan dari sektor lain seperti menggenjot penerimaan pajak,” katanya.

Artikel Terkait

Kebut 1 Juta Pelanggan di 2028, KSP Ikut Tuntaskan Hambatan Perizinan dan Percepat Pengoperasian Jargas Rumah Tangga

Kebut 1 Juta Pelanggan di 2028, KSP Ikut Tuntaskan Hambatan Perizinan dan Percepat Pengoperasian Jargas Rumah Tangga

Jakarta,TAMBANG,- Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, meninjau langsung kesiapan pengoperasian Jaringan Gas Bumi Rumah Tangga (Jargas) yang dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, Jumat (18/9). Kunjungan dilakukan di lokasi Metering Regulating Station (MRS) Jargas dan dilanjutkan dengan

By Egenius Soda
Pertamina NRE Dorong Waste-to-Value melalui Proyek Decentralized Waste Management di Kota Bandung

Pertamina NRE Dorong Waste-to-Value melalui Proyek Decentralized Waste Management di Kota Bandung

Jakarta,TAMBANG,- Satu lagi terobosan yang dilakukan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE). Kali ini perusahaan memperkuat komitmennya terhadap ekonomi sirkular melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Kantor Danantara, Jakarta, terkait pengembangan proyek percontohan Decentralized Waste Management (DWM) Kota Bandung pada Senin, (14/9). Proyek ini menjadi langkah awal

By Egenius Soda