Perdana, Konsep Sertifikasi ESG Sektor Bahan Mentah Industri Pertambangan Diluncurkan di Jerman

TÜV NORD CERT
ilustrasi

Jakarta, TAMBANG – Badan sertifikasi internasional yang berbasis di Jerman, TÜV NORD CERT meluncurkan CERA 4in1, konsep sertifikasi holistik pertama yang dapat diterapkan secara global terhadap material mentah dan keseluruhan proses penambangan.

Managing Director TÜV NORD CERT, Sandra Gerhartz menjelaskan sertifikasi keberlanjutan di sektor bahan mentah sangat kompleks dan seringkali bervariasi secara signifikan.

Untuk memungkinkan transparansi hingga ke pengguna akhir, kita perlu proses sertifikasi yang cerdas dan efisien untuk mengukur kepatuhan ESG secara tepat dan sesuai,ujar Sandra dalam keterangannya, Rabu (31/1).

CERA 4in1 adalah konsep sertifikasi pertama di dunia yang mencakup semua jenis mineral di sepanjang rantai nilai hingga produk akhir. Keberadaan sistem sertifikasi ini menjadi semakin penting bagi Indonesia yang terus berupaya mengakselerasi hilirisasi industri pertambangan.”

Indonesia memiliki posisi strategis di peta pertambangan global, mengingat cadangan dan produksi berbagai komoditas mineral Indonesia yang masuk 10 besar dunia. Cadangan dan produksi nikel Indonesia berada pada peringkat satu dunia, timah di peringkat ke-2, bauksit menempati peringkat ke-6, cadangan tembaga ada di posisi ke-7, serta potensi emas ada di peringkat-6 dunia. Juga ada Logam Tanah Jarang dan Lithium yang semakin memperkuat posisi Indonesia di industri pertambangan dunia.

Material tambang memiliki peran penting dalam mengatasi tantangan zaman, seperti mewujudkan transformasi berkelanjutan, digitalisasi, transisi ke energi terbarukan, dan transportasi masa depan. Di saat yang sama, sektor bahan mentah dihadapkan pada tuntutan dan regulasi internasional untuk fokus pada aspek transparansi dan keberlanjutan. Tantangan tersebut dipandang oleh TÜV NORD CERT sebagai peluang baru yang akan mengubah sektor bahan mentah di seluruh dunia.

CERA 4in1: Pertama di Dunia, Buktikan Kepatuhan ESG

CERA 4in1 adalah konsep sertifikasi pertama dan satu-satunya yang memberikan bukti kepatuhan ESG di sepanjang rantai nilai: dari eksplorasi, ekstraksi, pengolahan, hingga produk akhir. Sistem sertifikasi TÜV NORD CERA 4in1 yang didanai oleh Uni Eropa, dengan empat standar terintegrasi, dapat membantu memenuhi harapan seluruh pemangku kepentingan, termasuk investor, pemegang saham, klien, mitra bisnis, pemerintah, karyawan, dan masyarakat luas.

“Sistem sertifikasi ini memungkinkan konsumen hilir dan pelaku bisnis membuat keputusan pembelian yang berkelanjutan,” imbuh Sandra.

Solusi empat langkah dengan standar terintegrasi, Readiness Standard (CRS), Performance Standard (CPS), Chain of Custody Standard (CCS), dan Final Product Standard (CFS), memiliki manfaat besar: dapat diterapkan untuk semua jenis mineral, di mana pun di dunia, dan dapat diterapkan untuk perusahaan berskala besar maupun kecil. “CPS menjadi standar sertifikasi tahap pertama yang diluncurkan TÜV NORD CERT,” pungkasnya.

Dampak Besar bagi Indonesia

Pendekatan universal CERA 4in1 menyederhanakan proses sertifikasi, mengurangi kompleksitas, serta memberikan transparansi dan keandalan pada sektor bahan mentah. Performance Standard TÜV NORD CERA 4in1 yang baru saja diluncurkan merupakan tonggak penting yang memungkinkan perusahaan dalam skala apapun di bidang pertambangan, pengolahan, peleburan, dan pemurnian untuk mensertifikasi fasilitas mereka (misalnya area tambang dan pabrik pengolahan) berdasarkan standar kepatuhan ESG.

Pendekatan sertifikasi yang terstruktur dapat mencegah beban berlebihan dalam proses penambangan namun tetap memenuhi seluruh persyaratan ESG.

“CPS memungkinkan perusahaan pertambangan di Indonesia dari segala ukuran untuk memenuhi persyaratan keberlanjutan pasar internasional. Sertifikasi ini akan berkontribusi pada profitabilitas jangka panjang dan daya saing perusahaan di sektor material mentah, menjadikannya mitra bisnis yang dapat dipercaya, yang menunjukkan tanggung jawab,” kata Managing Director of TÜV NORD Indonesia, Herdiansyah.

CERA 4in1 Performance Standard (CPS) telah diuji secara praktis. Sebuah produsen mobil besar asal Jerman telah melakukan audit keberlanjutan menyeluruh sesuai dengan standar CPS di Republik Demokratik Kongo, sebagai proyek uji coba yang selesai pada 2023 dalam kerja samanya dengan perusahaan tambang kobalt.

“Dalam proyek lain, standar ESG nasional dan standar internasional CERA 4in1 telah berhasil diuji di sebuah perusahaan Spanyol, ICL Iberia. Ini berarti produsen nasional juga dapat menggunakan CERA 4in1 untuk memenuhi persyaratan keberlanjutan internasional dan memperluas pasar mereka,” jelas Herdiansyah.

CPS adalah langkah pertama untuk mendukung sektor bahan mentah dalam mencapai masa depan yang berkelanjutan. CPS dan CERA 4in1 memiliki potensi besar untuk membentuk masa depan yang lebih baik dengan meningkatkan transparansi, membangun kepercayaan, berkontribusi pada tujuan lingkungan dan sosial, serta mendorong praktik bisnis yang bertanggung jawab.

Artikel Terkait

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

Jakarta, TAMBANG – PT TIMAH Tbk buka suara terkait aksi demonstrasi warga di depan kantor perusahaan di Kabupaten Belitung Timur yang berujung bentrokan. Perseroan menyatakan menghormati aspirasi masyarakat dan berharap situasi tetap kondusif. Corporate Secretary PT TIMAH (Persero) Tbk, Ruddy Nursalam, menyampaikan bahwa perusahaan memahami aktivitas pertambangan timah memiliki keterkaitan yang

By Rian Wahyuddin
Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Jakarta, TAMBANG - Aksi demonstrasi masyarakat penambang di Kantor PT TIMAH di Kabupaten Belitung Timur menjadi sorotan. Di tengah meningkatnya tuntutan agar pembelian bijih timah masyarakat kembali dibuka, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya meminta seluruh pihak menahan diri dan menjaga kondusivitas, sembari memastikan pemerintah tengah mempercepat penerbitan Peraturan Presiden

By Rian Wahyuddin
Survei Kepuasan Stakeholder Meningkat, Pertamina NRE Perkuat Komitmen Wujudkan Transisi Energi Berkelanjutan

Survei Kepuasan Stakeholder Meningkat, Pertamina NRE Perkuat Komitmen Wujudkan Transisi Energi Berkelanjutan

Jakarta,TAMBANG,- Di tengah semakin besarnya peran energi baru dan terbarukan dalam mewujudkan ketahanan energi nasional, membangun teknologi dan infrastruktur saja tidak cukup. Bagi Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), kepercayaan dari para pemangku kepentingan menjadi modal yang sama pentingnya untuk memastikan setiap langkah transformasi berjalan dengan baik. Kepercayaan

By Egenius Soda
Dukung IMERC 2026, MSA Indonesia Perkuat Kolaborasi Keselamatan di Industri Pertambangan

Dukung IMERC 2026, MSA Indonesia Perkuat Kolaborasi Keselamatan di Industri Pertambangan

Jakarta,TAMBANG,- Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di industri pertambangan terus mendapat perhatian. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 yang mempertemukan 24 Emergency Response Team (ERT) dari berbagai perusahaan pertambangan dan industri di Indonesia serta Australia. Jumlah tersebut menjadi salah satu yang terbesar

By Egenius Soda