Perkuat Kompetensi K3LH, Anak Usaha UT PAMA Gelar Pelatihan IBPR di Kutai Timur

Unit usaha PT United Tractors Tbk (UT), PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Area Kutai Timur, Kalimantan Timur menyelenggarakan pelatihan IBPR.

Perkuat Kompetensi K3LH, Anak Usaha UT PAMA Gelar Pelatihan IBPR di Kutai Timur
Istimewa.

Kutai Timur, TAMBANG – Unit usaha PT United Tractors Tbk (UT), PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Area Kutai Timur, Kalimantan Timur, terus memperkuat implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup (K3LH) di lingkungan pendidikan melalui program PAMA Safe School.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyelenggarakan Pelatihan Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR) bagi kader PAMA Safe School di SMKN 1 Sangatta Utara, SMKN 2 Sangatta Utara, dan SMK Muhammadiyah 1 Sangatta Utara.

Pelatihan yang menghadirkan tim Safety, Health, and Environment (SHE) serta Corporate Social Responsibility (CSR) PAMA ini diikuti oleh 120 peserta yang terdiri atas guru dan siswa. Kegiatan dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, hingga praktik langsung mengidentifikasi potensi bahaya dan melakukan penilaian risiko di lingkungan sekolah.

IBPR merupakan salah satu kompetensi dasar yang berperan penting dalam membangun budaya keselamatan sekaligus mencegah terjadinya insiden dan kecelakaan.

Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan untuk mengenali potensi bahaya, menganalisis tingkat risiko, serta menentukan langkah pengendalian yang tepat. Kompetensi tersebut juga menjadi bekal penting bagi siswa pendidikan vokasi agar lebih siap menghadapi dunia kerja yang menuntut penerapan budaya K3LH secara konsisten.

Perwakilan CSR PAMA Area Kutai Timur menyampaikan bahwa program PAMA Safe School merupakan wujud komitmen perusahaan dalam membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki budaya keselamatan yang kuat.

"Melalui PAMA Safe School, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa keselamatan bukan sekadar aturan, melainkan budaya yang harus diterapkan sejak dini," ungkapnya dalam keterangan resmi, Jumat (10/7).

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah karena dinilai mampu meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap aspek keselamatan, kesehatan, dan lingkungan hidup.

Selain memperkuat pemahaman mengenai K3LH, pelatihan ini juga mendukung pembentukan karakter siswa yang lebih disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Istimewa.

Melalui program PAMA Safe School, PAMA berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan berbudaya K3LH.

Ke depan, para kader yang telah mengikuti pelatihan diharapkan mampu menjadi pelopor budaya keselamatan di sekolah serta mengimplementasikan prinsip-prinsip identifikasi bahaya dan penilaian risiko dalam setiap aktivitas, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang semakin siap melahirkan sumber daya manusia yang kompeten, berkarakter, dan mengutamakan keselamatan.

"Kami berharap para guru dan siswa yang mengikuti pelatihan ini dapat menjadi agen perubahan serta menginspirasi terciptanya lingkungan sekolah yang lebih aman, sehat, dan peduli terhadap risiko di setiap aktivitas," pungkasnya.