Perusahaan Taiwan Tambah Impor Batu Bara dari Indonesia

Perusahaan Taiwan Tambah Impor Batu Bara dari Indonesia
TAMBANG, TAIWAN. PERUSAHAAN pembangkit listrik dari Taiwan, Taiwan Power Company, biasa disebut sebagai Taipower, akan membeli tambahan batu bara termal dari Indonesia, lebih banyak yang tercantum di kontrak. Langkah Taipower dilakukan di tengah ketatnya pasokan batu bara, membuat harga meningkat.   Taipower memiliki kontrak untuk membeli batu bara dari Indonesia sebanyak 8,4 juta ton, untuk pengiriman pada kuartal ke-4 2016 dan kuartal pertama 2017. Sebagaimana dikutip media perkapalan, Hellenic Shipping, tahun ini Taipower berencana untuk mengimpor 15 juta ton batu bara dari Indonesia.   Total pembelian batu bara oleh Taipower pada 2016 ini diperkirakan 28 juta ton, di dalamnya termasuk tambahan 7 juta ton dari Australia, yang selama ini merupakan salah satu negara pemasok utama.   Beberapa pemasok batu bara dari Indonesia mengaku kesulitan untuk memenuhi tambahan permintaan dari Taiwan pada Desember mendatang, dan memilih menggesernya ke Januari 2017.   ‘’Pasokan dari Indonesia sedikit lebih sulit dari Australia. Sebagian besar pemasok dari Indonesia mengatakan tidak bisa memenuhi permintaan pada kuartal ke-4 tahun ini. Mereka memilih menggesernya ke kuartal pertama 2017,’’ kata sumber di Taipower kepada Hellenic Shipping.‘’Pasokan yang stabil dengan harga lebih bagus, inilah yang kami cari,’’ tambahnya.   Taipower mengadakan tender pengadaan tambahan batu bara, awal tahun ini. Harganya dipatok pada dolar tertentu.   Batu bara termal harganya kembali naik lumayan tajam, pada semester kedua ini. Kenaikan itu terjadi karena berkurangnya pasokan, terutama dari Indonesia, disertai dengan meningkatnya permintaan dari Cina karena berkurangnya pasokan lokal. Harga batu bara jenis kualitas GAR 5.000 kilo kalori/kilogram naik 32% sejak awal tahun ini.

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin