Petrosea Jalin Kemitraan Strategis dengan Hyundai Construction Equipment Asia

Menjalin Kemitraan Strategis

Jakarta, TAMBANG – PT Petrosea Tbk (PTRO) menjalin kemitraan strategis bersama anak usaha HD Hyundai Construction Equipment Co. Ltd, PT Hyundai Construction Equipment Asia di sektor pertambangan, konstruksi dan alat berat.

Kemitraan strategis ini dibuktikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Presiden Direktur PTRO, Romi Novan Indrawan, Chief Financial Officer PTRO, Ruddy Santoso, CEO HD Hyundai Construction Equipment Co. Ltd, Choi Cheol Gon dan Presiden Direktur PT Hyundai Construction Equipment Asia, Chae Heebum.

“Kami sangat percaya bahwa MoU ini akan menjadi awal dari kemitraan strategis yang berdampak positif bagi pertumbuhan kedua perusahaan di masa mendatang,” ujar Presiden Direktur PTRO, Romi dalam keterangan resmi, dikutip Senin (11/9).

Menurut dia, Petrosea dan Hyundai Construction Equipment Asia berencana untuk membangun kemitraan strategis dalam menyediakan solusi inovatif bagi sektor pertambangan, konstruksi dan alat berat di Indonesia.

“Khususnya pada beberapa aspek usaha termasuk re-manufacturing partnership, strategic machinery distributor partner, human resource development partner, serta potensi kolaborasi usaha lainnya,” beber dia.

“Ke depannya, Petrosea dan Hyundai Construction Equipment Asia akan melanjutkan fokusnya dalam memprioritaskan faktor sosial dan penyediaan sumber daya dan energi berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen kami untuk memprioritaskan ESG sebagai kelanjutan dari strategi keberlanjutan kedua Perusahaan,” imbuh Romi.

Sementara, Choi Cheol Gon berharap dengan adanya kerja sama ini pihaknya akan meningkatkan kinerja terutama di lini bisnis distribusi alat berat yang lebih luas.

“Setelah MoU ini, HD Hyundai berharap akan terus meningkatkan kerja sama dan kolaborasi dengan Petrosea di sektor distribusi yang lebih luas lainnya,” ujar Choi Cheol Gon.

Petrosea adalah sustainable resources company dan perusahaan multi-disiplin di bidang jasa pertambangan, EPC serta minyak & gas yang memiliki berbagai kapabilitas, termasuk melakukan maintenance dan refurbishment alat berat untuk mendukung keperluan seluruh proyek Perusahaan melalui Petrosea Rebuild Center (PRC) yang berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur.

HD Hyundai telah memantapkan posisinya sebagai salah satu produsen dan pemasok alat berat paling andal di dunia, termasuk di Indonesia serta mempertahankan posisinya di pasar sebagai salah satu penyedia solusi alat berat terkemuka.

Artikel Terkait

Kick Off Minerba Convex 2026, Dirjen Minerba Dorong Pertambangan Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Kick Off Minerba Convex 2026, Dirjen Minerba Dorong Pertambangan Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah mendorong subsektor mineral dan batubara (minerba) untuk tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

By Egenius Soda
Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Jakarta, TAMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengisi posisi Menteri Keuangan hingga berakhirnya masa jabatan periode 2024-2029. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian

By Rian Wahyuddin
Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Jakarta, TAMBANG – Penguatan industri hilir mineral Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi. Para ahli metalurgi nasional (metallurgist) dituntut naik kelas dari pengguna teknologi (technology user) menjadi pencipta dan penyedia teknologi (technology creator dan technology provider). Guru Besar Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Zulfiadi Zulhan, mengatakan perubahan peran

By Rian Wahyuddin