Pilihan Tepat Material Handling Bantu Efisiensi di Pertambangan

Pilihan Tepat Material Handling Bantu Efisiensi di Pertambangan
Jakarta – TAMBANG. Dalam ajang Mining Indonesia 2015, Multicrane Perkasa memperkenalkan dua rekanan terbarunya. Kedua merk tersebut, Liebherr dan Skyjack, akan dipasarkan di Indonesia bersama dengan empat merk alat berat yang telah terlebih dahulu dipasarkan Multicrane Perkasa. Salah satu produk yang diunggulkan adalah alat material handling yang mampu membuat operasional bisnis pertambangan menjadi lebih efisien.   “Kami terus mencoba mencari barang-barang baru, karenanaya kami mencari merk-merk baru di luar Jepang. Filosofi kami mencari barang yang diperlukan pelanggan, tentunya yang berkualitas tinggi dari pabrikan dengan rekam jejak baik,” kata Adrianus S. Hadiwinata, Presiden Direktur Multicrane Perkasa, Rabu (9/9)   Awalnya, Multicrane Perkasa memasarkan tiga merk asal Jepang di Indonesia. Kato untuk produk rough terrain crane dan truck crane, IHI untuk produk crawler crane, serta Sumitomo untuk produk asphalt paver and finisher. Kemudian, Multicrane Perkasa khusus mendatangkan produk loader crane merk PM Crane yang berasal dari Italia.   Kali ini, dua rekanan baru yang digandeng masing-masing berasal dari Kanada dan Jerman, yakni Skyjack dan Liebherr. Skyjack mengeluarkan produk boom lift dan scissors lift. Sementara Liebherr datang dengan produk excavator, wheel loaders, buldozer, material handlers.   Kehadiran produk-produk yang dipasarkan Multicrane Perkasa ini menjadi alat pendukung di site pertambangan. Dalam kondisi bisnis pertambangan seperti saat ini, efisiensi menjadi poin solusi yang ditawarkan Multicrane Perkasa bagi pelanggan di sektor tambang.   “Sebagai contoh, salah satu perusahaan di Kalimantan Selatan sudah menggunakan alat material handling Liebherr untuk kegiatan bongkar muat (transhipment) batu bara. Satu unit alat ini bisa menggantikan fungsi 3-4 excavator yang semula digunakan. Jelas lebih efisien, dan meningkatkan produktifitas,” Adrianus menyebutkan.   Dari sisi teknologi, Adrianus pun menegaskan bagaimana produk wheel loader Liebherr berjasa dalam menghemat beban bahan bakar. Wheel loader Liebherr mengadopsi teknologi transmisi hidrostatis menggunakan oli hidrolik, yang belum digunakan produk lain. Dengan kapasitas sama, alat ini lebih ringan dengan produk sejenis di kelasnya, sehingga lebih irit bahan bakar dan suku cadang, termasuk penggunaan ban.   “Di salah satu pelanggan kami, pernah dibandingkan Liebherr dengan merk asal Jepang. Hasilnya, dengan wheel loader Liebherr bisa irit BBM hingga 30%. Daya tahannya pun teruji dengnn penggunaan 24 jam sehari,” ucap Adrianus.   “Pada acara Mining Indonesia 2015 ini kami meluncurkan produk-produk earth moving kelas menegah kami, yaitu excavator , wheel loader, bulldozer, dan material handlers yang sangat berguna dalam proses bongkar muat berbagai macam material, seperti kayu, steel scrap, batu bara, dan lain-lain,” ungkap Tobias Reichart, General Manager Liebherr Earth Moving Technology Division.   Merk asal Jerman yang mulai beroperasi 1949 tersebut mengusung keunggulan teknologi yang selalu didasarkan nilai-nilai inovasi, kualitas tinggi dan tanggung jawab, untuk menjadi mitra yang terpercaya.   “Hampir seluruh peralatan yang kami pasarkan dapat mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Dimulai dari Kato, IHI, Sumitomo, dan PM Crane, peralatan yang dipasarkan oleh Multicrane Perkasa selama 3 tahun terakhir ini telah berkontribusi dalam kegiatan konstruksi jalan, jembatan, bendungan, pembangkit listrik, migas, tambang, dan logistik di seluruh pelosok Indonesia. Dengan bergabungnya Liebherr dan Skyjack, kami berharap dapat memberikan sumbangsih lebih, pungkas Suwandi Hudiman, Vice President Sales & Marketing Multicrane Perkasa.

Artikel Terkait

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Jakarta, TAMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengisi posisi Menteri Keuangan hingga berakhirnya masa jabatan periode 2024-2029. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian

By Rian Wahyuddin
Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Jakarta, TAMBANG – Penguatan industri hilir mineral Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi. Para ahli metalurgi nasional (metallurgist) dituntut naik kelas dari pengguna teknologi (technology user) menjadi pencipta dan penyedia teknologi (technology creator dan technology provider). Guru Besar Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Zulfiadi Zulhan, mengatakan perubahan peran

By Rian Wahyuddin
PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin