PTBA Yakin Mampu Lampaui Kewajiban DMO 2019

PTBA Yakin Mampu Lampaui Kewajiban DMO 2019
Jakarta, TAMBANG -PT Bukit Asam Tbk. optimis penuhi kewajiban pemenuhan pasokan batu bara dalam negeri (Domestic market obligation/DMO) tahun  2019.   Sekretaris Perusahaan Bukit Asam, Suherman, mengatakan, tahun 2018 PTBA berhasil melampaui kewajiban DMO sebesar 6 juta ton. Faktanya, penjualan batu bara PTBA ke pasar domestik sebesar 14 juta ton. Itu karenanya, PTBA optimis tahun 2019 mampu untuk memenuhi kewajiban DMO.   “Jika hanya memenuhi kewajiban 25 persen, akan bisa dipenuhi dan bia jauh melebihi keewajiban DMO,” kata Suherman, dalam keterangan resminya, Jumat (22/2).   Tahun 2018 PTBA berhasil membukukan volume penjualan 25,88 juta ton sampai dengan akhir 2018 dengan komposisi 13,74 juta ton untuk pasar domestik dan ekspor sebesar 12,15 juta ton.  

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda