Sah, Divestasi Saham Freeport Resmi Berlaku

Jakarta,  TAMBANG – Pelaksanaan divestasi saham PT Freeport Indonesia, akhirnya resmi berlaku.   Ini setelah ditandatanganinya Head of Agreement (HOA) antara Freeport McMoran dengan Freeport Indonesia,  PT Asahan Alumunium (Inalum)  dan Rio Tinto,  di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), di Jakarta,  Kamis (12/7).   Menteri Keuangan (Menkeu)  Sri Mulyani Indrawati menegaskan,  dengan ditandatangani kesepakatan ini,  maka tercapailah  divestasi saham Freeport. Total  Participating Interest  (PI) sebesar 40 persen,  juga diputuskan senilai USD3,85 miliar.   “Harapan saya, ini dapat meningkatkan kemakmuran Indonesia dan Papua,” kata Sri Mulyani,  yang menyaksikan langsung penandatanganan di kantornya,  Kamis (12/7).   Penandatanganan ini juga menegaskan status Freeport dengan status Izin Usaha Produksi Khusus Operasi Produksi (IUPK-OP).  Serta menegaskan kewajiban Freeport untuk membangun smelter di dalam negeri.   Selain itu,  kesepakatan juga termasuk perjanjian antara korporasi denyan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dan Pemerintah Kabupaten Mimika,  berhak memiliki hak saham Freeport sebesar 10 persen.  

Artikel Terkait

Dari Ekspor Unit Tunggal Menuju Terobosan Solusi Terintegrasi | LOVOL Heavy Industry Tampilkan Solusi Pertambangan Terpadu dari Hulu ke Hilir di Indonesia International Mining Exhibition 2026

Dari Ekspor Unit Tunggal Menuju Terobosan Solusi Terintegrasi | LOVOL Heavy Industry Tampilkan Solusi Pertambangan Terpadu dari Hulu ke Hilir di Indonesia International Mining Exhibition 2026

LOVOL Heavy Industry tampil menonjol di Mining Indonesia dengan solusi pertambangan terintegrasi yang mencakup proses penggalian, pemuatan, hingga pengangkutan. Didukung portofolio alat berat yang beragam, desain yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal, serta pengalaman dalam teknologi energi baru.

By Fahmi Adam
Rayakan Usia 36 Tahun, PERHAPI Komit Kawal dan Dukung Industri Pertambangan Berkelanjutan

Rayakan Usia 36 Tahun, PERHAPI Komit Kawal dan Dukung Industri Pertambangan Berkelanjutan

Jakarta,TAMBANG,- Saat ini, industri pertambangan nasional sudah semakin berkembang. Perannya pun semakin penting sebagai penopang perekonomian nasional. Namun harus diakui bahwa ada sejumlah tantangan maupun permasalahan yang dihadapi. Industri pertambangan harus menghadapi dinamika baik dari internal maupun eksternal. Adanya dinamika geopolitik internasional dan dinamika supply-demand komoditas mineral dan

By Egenius Soda