Saratoga Tambah Porsi Saham Langsung 20 Persen di  Merdeka Copper

saratoga
Jakarta, TAMBANG – PT Saratoga Investama Sedaya (SRTG) menambah porsi saham di PT Merdeka Copper Gold (MDKA) menjadi sebesar 20,76 persen. Ini setelah Saratoga membeli saham Merdeka Copper dari anak usahanya sendiri, PT Trimitra Karya Jaya (TKJ).   Kepala Divisi Hukum dan Sekretariat Perusahaan SRTG, Sandi Rahaju, mengatakan, sebelum pembelian, Saratoga  hanya memegang secara langsung saham Merdeka Copper sebesar 4,42 persen.  Sedangkan saham secara tidak langsung, dikuasai 14,13 persen melalui Trimitra, dan 3,16 persen melalui PT Suwarna Arta Mandiri. Trimitra merupakan anak perusahaan Saratoga dengan kepemilikan 86,5 persen.   Nilai transaksi pembelian yang mencapai Rp1,99 triliun itu, dilakukan dengan tujuan restrukturisasi internal di lingkaran grup perusahaan, dengan status kepemilikan saham yakni langsung dan tidak langsung.   Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi yang dikecualikan. Serta tidak berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perusahaan.   “Setelah transaksi, kepemilikan langsung 864,37 juta saham atau sama dengan 20,76 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor Merdeka Copper. Kepemilikan tidak langsung secara efektif melalui PT Suwarna Arta Mandiri sebesar 3,16 persen,” kata Sandi Rahaju dalam keterangan resminya, Kamis (3/1).   Untuk diketahui, Saratoga melakukan pembelian saham Merdeka Copper pada 28 Desember 2018 silam. Jumlah saham yang dibeli Saratoga dari Trimitra sebesar 680,26 juta saham, dengan harga pembelian Rp2.940 per saham. Totalnya mencapai Rp1,99 triliun.

Artikel Terkait

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan akan industri yang semakin terintegrasi mendorong hadirnya kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Engineering Week 2026 yang mempertemukan delapan sektor industri strategis dalam satu ekosistem. Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, Engineering Week 2026 resmi dibuka pada 9 September

By Rian Wahyuddin
Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Jakarta, TAMBANG – PT Naraya Dipta Buana, bagian dari MahaDasha Group, bersama SAIC Hongyan, memperkuat komitmen mengembangkan solusi kendaraan komersial untuk mendukung operasional sektor pertambangan Indonesia. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk kebutuhan industri berat. Komitmen ini disampaikan dalam ajang Mining Indonesia 2026

By Rian Wahyuddin
Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) kembali menggelar Learning Summit 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya belajar sekaligus meningkatkan kapabilitas insan perusahaan. Mengusung tema “BEYOND BOUNDARIES: Driving Value Through Knowledge Breakthroughs”, kegiatan ini menjadi wadah bagi karyawan untuk bertukar pengetahuan, mendapatkan perspektif baru, dan mengembangkan potensi diri. Memasuki rangkaian

By Rian Wahyuddin
XCMG Perkuat Ekosistem Industri Tambang Indonesia, Hadirkan Pembiayaan dan Alat Berat Energi Baru

XCMG Perkuat Ekosistem Industri Tambang Indonesia, Hadirkan Pembiayaan dan Alat Berat Energi Baru

Jakarta, TAMBANG – XCMG Group Indonesia memperkuat ekspansi dan ekosistem industrinya di Indonesia melalui kehadiran solusi alat berat energi baru sekaligus platform pembiayaan ABC Multifinance dalam ajang Mining Indonesia 2026 di Jakarta. Mengusung tema “New Power, New Future”, XCMG menampilkan berbagai solusi hijau terintegrasi yang dirancang untuk mendukung kebutuhan operasional pertambangan,

By Rian Wahyuddin