Setelah PLN, Erick Thohir Rombak Direksi PGN

Jakarta, TAMBANG – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) melakukan pergantian direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan ( RUPST), Jumat (15/5). Dalam rapat tersebut, Kementerian BUMN sebagai pemegang saham menunjuk jajaran komisaris dan direksi.   Setelah merombak direksi dan komisaris PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), kini Menteri BUMN Erick Thohir merombak petinggi PGN. Suko Hartono diangkat sebagai Direktur Utama menggantikan Gigih Prakoso. Kemudian menunjuk Beni Syarif Hidayat menggantikan Desima Equalita Siahaan sebagai Direktur SDM  dan Umum. Mas’ud Khamid yang sebelumnya menjabat komisaris digantikan Warih Sadono.   Secara keseluruhan, susunan komisaris dan direksi PGN sebagaimana berikut :   Susunan Komisaris :   Komisaris Utama : Arcandra Tahar Komisaris : Luky Alfirman Komisaris : Warih Sadono Komisaris Independen : Paiman Rahardjo Komisaris Independen : Christian H. Siboro Komisaris Independen : Kiswodarmawan   Susunan Direksi :   Direktur Utama : Suko Hartono Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis : Syahrial Mukhtar Direktur Infrastruktur dan Teknologi : Redy Ferryanto Direktur Komersial : Fariz Azis Direktur Keuangan : Arie Nobielta Kaban Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum : Beni Syarif Hidayat

Artikel Terkait

BNPB Dorong Transformasi Penanggulangan Bencana dari Respons Darurat ke Resiliensi Berkelanjutan

BNPB Dorong Transformasi Penanggulangan Bencana dari Respons Darurat ke Resiliensi Berkelanjutan

Jakarta, TAMBANG – Indonesia perlu mengubah paradigma penanggulangan bencana dari sekadar merespons keadaan darurat menjadi membangun resiliensi masyarakat secara berkelanjutan. Perubahan paradigma tersebut dinilai penting seiring meningkatnya kompleksitas risiko bencana yang kini berkembang menjadi risiko sistemik. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Raditya

By Rian Wahyuddin
Biaya Operasional Melambung, Castrol Dorong Keandalan Alat Berat Tambang

Biaya Operasional Melambung, Castrol Dorong Keandalan Alat Berat Tambang

Jakarta, TAMBANG – Tekanan biaya operasional (operational expenditure/opex) mendorong industri pertambangan untuk meningkatkan produktivitas tanpa harus selalu menambah aset. Dalam kondisi tersebut, keandalan alat berat dan pengelolaan perawatan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga efisiensi operasi. Hal ini menjadi salah satu perhatian Castrol CRB Mining dalam ajang Mining Indonesia

By Rian Wahyuddin