Beranda ENERGI Energi Terbarukan Siasat MedcoEnergi Wujudkan Energi Bersih nan Ramah Lingkungan  

Siasat MedcoEnergi Wujudkan Energi Bersih nan Ramah Lingkungan  

MedcoEnergi
MedcoEnergi dan Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), anak usaha AMMN, mengembangkan PLTS di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sumber: Medco Power Indonesia (MPI).

Jakarta, TAMBANG – Wacana transisi energi telah menjadi perhatian dunia global. Proses peralihan penggunaan energi fosil menuju energi bersih ini menjadi hajat bersama, tak terkecuali dari perusahaan minyak dan gas (migas) PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi).

MedcoEnergi yang adalah perusahaan raksasa energi swasta nasional, turut aktif untuk mewujudkan mimpi besar itu. Sepanjang tahun 2023, Perusahaan berhasil memproduksi migas sebesar 160 Million Barrel Oil of Equivalent Per Day (MBOEPD), sebanyak 80 persennya gas.

“Produksi bersih kami 160 MBOEPD, sebagian besar adalah gas,” ungkap Capital Market Manager MedcoEnergi, Ridho Wahyudi dalam pagelaran Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2024 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Selasa (14/5).

Kata Ridho, produksi gas yang lebih besar ketimbang minyak berkesesuaian dengan kebutuhan pemerintah saat ini untuk menopang proses transisi energi. Menurut dia, gas alam menjadi kata kunci dalam proses transisi energi.

“Gas ini adalah transition keyword. Orang sekarang menghindari karbon. Gas itu low carbon energi yang ada saat ini,” tegasnya.

Gas alam memang memiliki emisi karbon yang lebih rendah daripada minyak dan batu bara. Ketika dibakar, gas alam menghasilkan lebih sedikit emisi CO2, sulfur, dan partikel lainnya. Gas dapat digunakan untuk memproduksi listrik, pemanasan, pendinginan dan transportasi. Ini membuatnya menjadi pilihan yang fleksibel untuk memenuhi berbagai kebutuhan energi.

MedcoEnergi punya 15 wilayah kerja (WK) di Indonesia, 12 di antaranya sudah berproduksi yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Natuna. Perusahaan juga punya aset migas di Thailand, Yaman, Oman, Libya, Tanzania dan Meksiko.

Pada tahun lalu, Perusahaan telah menyelesaikan pembelian saham sebesar 20 persen dalam blok 60 yang sedang berproduksi dan blok 48 yang masih dalam tahap eksplorasi di Oman.

Perusahaan memproyeksikan produksi minyak dan gas sebesar 145 ribu barel minyak setara per hari (MBOEPD) pada tahun 2024. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan produksi tahun 2023.

Alasannya, lantaran ada pengurangan kontraktual hak partisipasi MedcoEnergi di PSC Koridor setelah Desember 2023, masalah keamanan di Yaman, dan penurunan permintaan gas yang bersifat sementara di Singapura akibat harga spot LNG yang rendah.

Presiden IPA, Yuzaini Bin Md Yusof menyebut selain mampu menjembatani masa transisi, keberadaan gas memiliki peran penting dalam banyak aspek terutama bagi perekonomian dunia. Kata dia, peralihan dari energi konvensional ke energi ramah lingkungan tidak mungkin terjadi dalam waktu sekejap.

“Peralihan ke energi yang lebih ramah lingkungan tidak akan terjadi dalam semalam. Meskipun Indonesia sedang mengembangkan energi baru terbarukan yang memadai, industri hulu akan terus memainkan peran penting yang sekaligus bertransformasi untuk mengurangi emisi karbon. Gas, khususnya, memiliki peran penting dalam banyak aspek perekonomian kita,” jelas Yuzaini.

Sembari memanfaatkan potensi gas tersebut, Yuzaini mengajak pelaku usaha untuk mengembangkan teknologi yang bisa mengurangi emisi karbon terutama di semua aset hulu. Di Indonesia, ujar dia, upaya itu kini sudah terlihat dengan adanya pembangunan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon alias carbon capture, utilization and storage (CCS/CCUS) secara signifikan.

“Kita harus mengintensifkan upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di seluruh aset hulu dan pembangunan baru. Namun, upaya ini menghadirkan tantangan teknis dan komersial yang signifikan, memerlukan perhatian segera dan solusi inovatif. Dari awal yang lambat, proyek CCS/CCUS di Indonesia kini berkembang,” imbuh dia.

Dari Pembangkit Listrik Hingga Kendaraan Elektrik

Siasat lain yang dilakukan perusahaan untuk tetap menjadi perusahaan yang komitmen dalam mewujudkan energi yang ramah lingkungan adalah dengan konsisten meningkatkan performa di segmen bisnis ketenagalistrikan, terutama yang bersumber dari energi baru dan terbarukan (EBT).

Lewat anak usahanya yaitu PT Medco Power Indonesia (MPI), MedcoEnergi memiliki 7 pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) yang tersebar di Sumatera Selatan, Batam dan Riau. “Kami memiliki 7 pembangkit listrik dari gas, yang tersebar di Sumatera Selatan, Batam dan Riau,” papar Ridho.

Capital Market Manager MedcoEnergi, Ridho Wahyudi dalam IPA Convex 2024. Dok: Rian.

MPI juga mengoperasikan pembangkit hijau lainnya yaitu dua pembangkit listrik tenaga air (PLTA) mini atau lazim disebut mini hydro power plant di Cianjur Jawa Barat dengan masing-masing berkapasitas 9 Megawatt (MW). Kemudian satu pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Sarulla, Sumatera Utara 330 MW. Pembangkit yang bersumber dari geothermal ini menjadi salah satu PLTP terbesar di dunia.

MedcoEnergi juga memiliki satu pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang terletak di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kapasitasnya mencapai 26 Megawatt Peak (MWp).

“Tahun 2023, penjualan bersih ketenagalistrikan kami ada di 4.155 gigawatt hours (GWh). Di mana 19 persennya dari energi terbarukan,” beber Ridho.

Berkat konsistensi tersebut, Perusahaan mampu menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 148 ribu ton CO2 ekuivalen sepanjang tahun 2023. Bahkan, MedcoEnergi menargetkan net zero emission (NZE) pada tahun 2050.

“Untuk menuju tahun 2050 itu, kami ada target yang ditetapkan pada tahun 2025 untuk bisa menurunkan emisi sebesar 20 persen dan menurunkan emisi metana 25 persen. Alhamdulillah pada akhir 2023 kami sudah mencapai 25 persen dan 40 persen,” jelasnya.

Di samping itu, MedcoEnergi mendukung terwujudnya ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri. Perusahaan merupakan salah satu pemegang saham mayoritas PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), emiten pertambangan emas dan tembaga nomor dua di Indonesia.

Cadangan tembaga AMMN di Batu Hijau dan Elang menjadi yang terbesar kelima di dunia. Data cadangan bijih di tambang Batu Hijau dan proyek Elang hingga 31 Desember 2022 mencapai 17,12 miliar pon tembaga.

Tembaga adalah material penghubung banyak sel lithium-ion di dalam baterai kendaraan elektrik (electric vehicle/EV). “Pada tahun 2023, AMMAN berproduksi 312 juta pon tembaga dan 463 kilo ons emas,” ucap Ridho.

Sepanjang tahun 2023, telah terjadi peningkatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia baik roda dua, roda tiga maupun mobil listrik. Jumlah motor listrik yang berseliweran itu mencapai 62.409 unit, padahal tahun 2022 hanya 17.198 unit atau meningkat 262 persen.

Sementara mobil listrik mencapai 12.248 unit sepanjang tahun 2023. Angka tersebut naik signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya 8.562 unit. Jumlah ini diprediksi bakal terus meningkat seiring dengan masifnya warga dunia yang peduli terhadap isu lingkungan.

Kendaraan elektrik yang menggunakan tenaga listrik sebagai sumber energi memang tidak menghasilkan emisi langsung saat digunakan. Ini berarti tidak ada polusi udara lokal yang dihasilkan, seperti gas buang yang dihasilkan kendaraan konvensional yang menggunakan bahan bakar fosil. Di antara material tambang yang memiliki peranan penting untuk mendukung EV ini adalah tembaga baik untuk bahan baku kumparan motor listrik, baterai, kelistrikan dan sebagainya. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini