Smelter Feronikel Antam Rampung Tahun Ini

Smelter Feronikel Antam Rampung Tahun Ini

Jakarta-TAMBANG. Pengembangan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) feronikel Unit-II milik PT Aneka Tambang Tbk di Pomalaa, Sulawesi Tenggara telah mencapai 90%. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), R. Sukhyar mengaku optimis pemurnian tersebut bakal beroperasi di Oktober 2015.

"Kami sudah lakukan kunjungan ke sana, pembangunan proyek feronikel sesuai jadwal yang direncanakan. Progresnya sudah 90 persen dan bisa commisioning Oktober ini," kata Sukhyar, Jumat (06/03).

Menurut pria yang juga sekaligus menjabat sebagai Komisaris Utama Antam tersebut, sejauh ini pabrik feronikel Antam sendiri telah menghasilkan 18.500 TNi per tahun. Dengan rampungnya proyek perluasan pabrik, ia memperkirakan akan ada penambahan produksi sebanyak 9.000 TNi sehingga total produksi bisa mencapai 28.000 TNi.

Sukhyar mengatakan, smelter unit kedua itu merupakan bagian kegiatan konstruksi proyek perluasan pabrik feronikel Polamaa (P3FP) yang telah digelar Antam sejak awal 2013. Proyek tersebut, katanya, terdiri dari delapan paket kegiatan konstruksi yang mencakup pembangunan Jetty dan fasilitasnya; Belt Conveyors, Feni-I plant, electric smelting furnace, oxygen plant dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap berkapasitas 2x30 megawatt (MW) dengan total investasi sebesar US$ 573 juta.

Pada Oktober 2014 lalu, fasilitas dermaga yang memiliki kapasitas 12.000 DWT serta belt converyor sudah mencapai tahap comissioning. Sukhyar menjelaskan, saat ini manajemen Antam tengah melakukan finalisasi terkait pembangunan PLTU dan fasilitas produksi. Adapun listrik dari PLTU tadi akan dipasok untuk memenuhi kebutuhan energi bagi smelter Feronikel. Jika lebih, rencananya daya listrik akan dijual ke PT PLN (persero).

"Saya belum tahu besaran yang akan disalurkan melalui jaringan PLN. Tapi akhir tahun ini PLTU itu selesai," bebernya.

Artikel Terkait

Dari Ekspor Unit Tunggal Menuju Terobosan Solusi Terintegrasi | LOVOL Heavy Industry Tampilkan Solusi Pertambangan Terpadu dari Hulu ke Hilir di Indonesia International Mining Exhibition 2026

Dari Ekspor Unit Tunggal Menuju Terobosan Solusi Terintegrasi | LOVOL Heavy Industry Tampilkan Solusi Pertambangan Terpadu dari Hulu ke Hilir di Indonesia International Mining Exhibition 2026

LOVOL Heavy Industry tampil menonjol di Mining Indonesia dengan solusi pertambangan terintegrasi yang mencakup proses penggalian, pemuatan, hingga pengangkutan. Didukung portofolio alat berat yang beragam, desain yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal, serta pengalaman dalam teknologi energi baru.

By Fahmi Adam
Rayakan Usia 36 Tahun, PERHAPI Komit Kawal dan Dukung Industri Pertambangan Berkelanjutan

Rayakan Usia 36 Tahun, PERHAPI Komit Kawal dan Dukung Industri Pertambangan Berkelanjutan

Jakarta,TAMBANG,- Saat ini, industri pertambangan nasional sudah semakin berkembang. Perannya pun semakin penting sebagai penopang perekonomian nasional. Namun harus diakui bahwa ada sejumlah tantangan maupun permasalahan yang dihadapi. Industri pertambangan harus menghadapi dinamika baik dari internal maupun eksternal. Adanya dinamika geopolitik internasional dan dinamika supply-demand komoditas mineral dan

By Egenius Soda