Sumber Daya Tembaga Blok Tujuh Bukit MDKA Naik 71 Persen

Tembaga tujuh bukit
Proyek tembaga underground Blok Tujuh Bukit Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) di Banyuwangi, Jawa Timur. Dok: Rian.

Jakarta, TAMBANG – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan kenaikan sumber daya terindikasi (indicated resources) tembaga sebesar 71 persen di Blok Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur.

Hal ini diketahui melalui laporan Mineral Resource Estimate (MRE) di mana terjadi kenaikan sumber daya signifikan hingga mencapai 755 juta ton. Angka ini meningkat lebih dari 300 juta ton dari sumber daya terindikiasi sebelumnya yang sebesar 442 juta ton atau naik sekitar 71 persen.

Total kandungan sumber daya mineral (terindikasi/indicated dan tereka/inferred) proyek ini, meningkat dari 1,706 menjadi 1,738 miliar ton dengan kandungan tembaga 0,47% dan emas 0,5gr/ton. Peningkatan jumlah sumber daya mineral ini mengonversi sumber daya mineral terindikasi dari 2,7 juta ton tembaga menjadi 4,5 juta ton tembaga dan dari 9,4 juta ounces emas menjadi 16,1 juta ounces emas.

Sehingga, total sumber daya mineral Proyek Tembaga Tujuh Bukit dari yang semula mengandung 8,1 juta ton tembaga dan 27,4 juta ounces emas, saat ini mengandung 8,2 juta ton tembaga dan 27,9 juta ounces emas.

Kenaikan signifikan sumber Proyek Tembaga Tujuh Bukit yang dikembangkan Grup MDKA, menjadi bukti komitmen kuat transformasi unit bisnis dari proyek dan operasi yang sedang berjalan saat ini, menuju proyek-proyek dan operasi tambang prestisius kelas dunia dengan umur tambang yang panjang.

General Manager MDKA, Tom Malik menyatakan bahwa saat ini, MDKA fokus mengoptimalkan kinerja dan memulai menyusun bankable feasibility study yang dapat lebih diandalkan. Optimalisasi tersebut mencakup pengembangan metalurgis untuk meningkatkan perolehan logam yang dapat diekstrak dari bijih dan meningkatan kualitas bijih yang ditambang.

“Tentunya, di dalam implementasinya, Merdeka berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya-upaya keberlanjutan, mengambil langkah-langkah inovatif, dan menjaga standar tinggi dalam praktik-praktik ESG,” ucap Tom dalam keterangannya, Kamis (28/3).

Selain temuan sumber daya, MDKA juga tengah melakukan proses eksplorasi yang cukup masif di sekitar operasi yang berizin, untuk terus menemukan potensi-potensi sumber daya mineral lainnya dengan cara yang efektif dan efisien.

Proyek Tembaga Tujuh Bukit merupakan salah satu proyek tembaga terbesar di dunia yang masih dalam fase pra-produksi. Merdeka memiliki 100 persen saham dalam proyek yang terletak di bawah Tambang Emas Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur yang dioperasikan oleh anak perusahaan, PT Bumi Suksesindo (BSI).

Sejak 2018, Merdeka telah menginvestasikan USD176 juta untuk studi kelayakan yang terperinci, termasuk eksplorasi sepanjang 1.890 meter, pengeboran untuk mendefinisikan sumber daya, pemodelan geologi, studi teknis, dan studi pra-kelayakan (Pre-feasibility study atau PFS) yang rampung pada Mei 2023.

PFS tersebut menegaskan manfaat ekonomi yang tinggi untuk pengembangan tambang bawah tanah ini, yang berumur panjang dan signifikan secara global dengan pendekatan bertahap. Pada puncak produksinya, Proyek Tembaga Tujuh Bukit akan memproses 24 juta ton bijih per tahun untuk menghasilkan lebih dari 112 ribu ton tembaga dan 366 ribu ounces emas per tahun selama lebih dari 30 tahun.

Artikel Terkait

Ceria Corp Kibarkan Merah Putih di Puncak Mekongga, Rayakan Kemerdekaan dari Ketinggian 2.620 Mdpl

Ceria Corp Kibarkan Merah Putih di Puncak Mekongga, Rayakan Kemerdekaan dari Ketinggian 2.620 Mdpl

Jakarta, TAMBANG - Setelah menempuh perjalanan panjang melalui medan pegunungan yang menantang, rombongan Ceria Corp akhirnya menjejakkan kaki di Puncak Gunung Mekongga. Tepat pada 17 Agustus 2026, Merah Putih berkibar di ketinggian 2.620 meter di atas permukaan laut (MDPL), menjadi penanda keberhasilan Ekspedisi Gunung Mekongga sekaligus menghadirkan makna tersendiri dalam

By Rian Wahyuddin
Alumni Angkatan 1976 UPN Veteran Yogyakarta dan Majalah TAMBANG Gelar Seminar Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

Alumni Angkatan 1976 UPN Veteran Yogyakarta dan Majalah TAMBANG Gelar Seminar Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

Jakarta, TAMBANG — Alumni Angkatan 1976 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) bersama Majalah TAMBANG bakal menggelar Seminar Nasional bertema “Mempersiapkan SDM Unggul, Inovatif dan Produktif untuk Mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045” di Kampus 1 UPNVY, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (22/8/2026). Seminar ini menjadi forum untuk mempertemukan kalangan

By Rian Wahyuddin