Tahun Depan Inalum Mulai Produksi Alloy dan Billet

Tahun Depan Inalum Mulai Produksi Alloy dan Billet
Jakarta-TAMBANG. PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) menargetkan mulai tahun 2016 memproduksi turunan berupa aluminium alloy dan billet.   Direktur Utama Inalum, Winardi Sunoto mengatakan pada tahun ini perusahaaan masih memproduksi aluminium ingot dengan rencana produksi setelah perubahan sebesar 255.300 ton.   “Baru pada 2016, manajemen memproduksi aluminium alloy dan billet, meskipun dengan volume masih kecil,” katanya, Minggu (11/10).   Pada 2016, produksi Alloy dan Billet ditargetkan masing-masing 2.000 ton dan 3.000 ton dari total produksi produk aluminium yang direncanakan sebanyak 244.400 ton.   “Memang produksi terbesar masih berupa aluminium ingot, tetapi tiap tahun jumlah alloy dan billet akan bertambah,” tambahnya.   Bahkan pada 2017 akan ada produk lain berupa al slab, al-rod, otoparts, dan extrusion. Penambahan produk turunan ini, katanya, berarti produksi Ingot akan berkurang.   Dia memberi contoh pada 2020 dengan rencana total produksi sebanyak 500.000 ton, produk Ingot hanya 180.000 ton dari 2015 yang mencapai 255.300 ton.   “Inalum terus melakukan diversifikasi produk untuk mendapat laba yang lebih besar. Ke depan sebagai BUMN, Inalum akan melakukan pengembangan industri aluminium secara terintegrasi,” kata dia.

Artikel Terkait

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Jakarta, TAMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengisi posisi Menteri Keuangan hingga berakhirnya masa jabatan periode 2024-2029. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian

By Rian Wahyuddin
Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Jakarta, TAMBANG – Penguatan industri hilir mineral Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi. Para ahli metalurgi nasional (metallurgist) dituntut naik kelas dari pengguna teknologi (technology user) menjadi pencipta dan penyedia teknologi (technology creator dan technology provider). Guru Besar Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Zulfiadi Zulhan, mengatakan perubahan peran

By Rian Wahyuddin
PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin