Tingkatkan Ekonomi Luwu Timur, VALE Luncurkan Lagi Program PKPM 

Tingkatkan Ekonomi Luwu Timur, VALE Luncurkan Lagi Program PKPM 
Luwu Timur, TAMBANG – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) kembali meluncurkan program Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM) di Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan.  Program ini bagian dari Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) periode 2023-2027. Director Technology VALE, Jinan Syakir mengatakan, Program PKPM wujud komitmen bersama antara pemerintah kabupaten Lutim dan PT Vale sebagai salah satu bagian dari implementasi kewajiban perusahaan tambang di Lutim. PPM juga menurut Jinan telah berdampak terhadap empat wilayah operasi PT Vale. “Melalui program PPM-PKPM ini, kita berharap selaras dengan prioritas pembangunan di Kabupaten Luwu Timur, di antaranya pertumbuhan ekonomi berbasis sector unggulan non tambang seperti pertanian, agribisnis, wisata, UMKM, dan ekonomi kreatif lainnya,” jelas Jinan dalam keterangannya, Selasa (14/3). Prioritas kedua adalah pemantapan kualitas pendidikan dan kesehatan serta target kemandirian desa, sehingga mampu meningkatkan kualitas kehidupan serta persiapan kemandirian pasca tambang di masa depan. “Sehingga mampu meningkatkan kualitas kehidupan serta persiapan kemandirian pasca tambang kelak,” ujar dia. Senior Manager Social Development Program PT Vale, Ardian Indra Putra menambahkan, PPM-PKPM periode kedua ini akan memfokuskan pada 5 (lima) kawasan unggulan yang dikombinasikan dengan pendekatan SDGs desa yang juga sebagai penopang ekonomi kawasan dalam mengembangkan produk unggulan Program PPM-PKPM PT Vale dan Pemda Lutim juga berkolaborasi dengan Kementerian ESDM dan Kemenparekraf dalam mengembangkan Desa Kreatif yang dapat menunjang pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, seperti pertanian, peternakan, perikanan, pengembangan kewirausahaan, pariwisata dan ekonomi kreatif atau UMKM. “Salah satu strateginya, mendorong ZONASI atau Zona Inspirasi dan Inovasi Sosial, yang memfasiltiasi calon pelaku usaha dan kelembagaan ekonomi lokal untuk berinklusi di ekosistem belajar, inovasi, kolaborasi dan kewirausahaan,” imbuhnya. “Kita berharap Bumdes dan Bumdesma yang berjejaring dengan pelaku ekonomi di desa dapat terus berperan optimal, mengingat nilai tambah dan manfaatnya akan kembali dirasakan masyarakat,” tambah Ardian. Salah satu prinsip dalam program PKPM yang juga mendukung SDGs Desa ini yaitu berbasis data dan menyasar kelompok miskin atau rentan. “Sebagaimana semangat yang dicanangkan CEO PT Vale bahwa program sosial perusahaan yang dikelola sinergis bersama para pihak ini agar senantiasa tepat sasaran atau tidak boleh menguntungkan kelompok tertentu, sehingga dalam perencanaan di desa dan kawasan nantinya juga merujuk ke data by name and by address atau sesuai nama dan alamat.” pungkas Ardian. Bupati Luwu Timur, Budiman menyampaikan apresiasinya pada PT Vale atas diluncurkannya kembali PKPM. Dia menilai, PKPM VALE telah berjalan dengan baik, serta berharap agar program pada periode berikutnya bisa lebih baik, utamanya dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Program ini sangat bagus dan tetap kita sempurnakan. 36 desa dan dua kelurahan di empat kecamatan ini harus lebih meningkat,” jelas Budiman. Selain itu, Budiman juga mengakui bahwa PT Vale telah membangun berbagai macam fasilitas di Luwu Timur, mulai dari fasilitas olahraga hingga fasilitas untuk pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, fasilitas tersebut harus diumumkan sehingga masyarakat mengetahui bahwa PT Vale telah berkontribusi besar di Luwu Timur. “Di Sulsel ini, kalau tidak salah hanya Vale yang punya program ini, dan program ini sangat bagus,” ujarnya. Bupati juga menyampaikan, program-program yang telah dijalankan oleh PT Vale tersebut berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Lutim yang meningkat. “Pertumbuhan ekonomi di Lutim tahun ini mencapai 3,38 persen. Urutan ketiga di Sulsel dari segi pertumbuhan ekonomi. Hal ini karena kerja sama kita semua, mari kita pertahankan dan tingkatkan,” ujarnya. Sebagai informasi, seremoni peluncuran PKPM berlangsung di Gedung Wanita Simpurusiang, Malili, Sabtu (11/03/). Peluncuran program tersebut ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Director Technology PT Vale, Jinan Syakir dengan Bupati Luwu Timur, dilanjutkan dengan penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Eksternal PT Vale, Endra Kusuma dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Luwu Timur (Lutim), Halsen Penandatanganan disaksikan Forkopimda Lutim, termasuk camat dan Lurah, serta pengurus Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) se-Lutim. Diketahui, program PPM-PKPM 2023-2027 ini merupakan lanjutan dari Program PPM-PKPM 2018-2022.

Artikel Terkait

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Jakarta, TAMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengisi posisi Menteri Keuangan hingga berakhirnya masa jabatan periode 2024-2029. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian

By Rian Wahyuddin
Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Jakarta, TAMBANG – Penguatan industri hilir mineral Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi. Para ahli metalurgi nasional (metallurgist) dituntut naik kelas dari pengguna teknologi (technology user) menjadi pencipta dan penyedia teknologi (technology creator dan technology provider). Guru Besar Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Zulfiadi Zulhan, mengatakan perubahan peran

By Rian Wahyuddin
PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin