Tok, Izin Pertambangan MHU  Diperpanjang Hingga 2032

Tok, Izin Pertambangan MHU  Diperpanjang Hingga 2032
Tambang Batu Bara di Rusia

Jakarta, TAMBANG – PT Multi Harapan Utama (MHU) dikabarkan sudah mendapat perpanjangan izin operasi pertambangan hingga 2032. Hal ini diketahui dari Minerba One Data Indonesia (MODI) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Perusahaan tambang batubara yang berpusat di Kalimantan Timur ini sudah mendapat izin operasi selama 10 tahun atau akan berakhir pada 1 April tahun 2032 dengan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

MHU sendiri merupakan perusahaan pertambangan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yang izin kontraknya habis pada 1 April 2022.

Dalam Modi juga tercatat, lahan konsesi MHU sebesar 30.409 hektar. Padahal lahan sebelumnya mencapai 39.972 hektar atau mengalami penciutan sekitar 23,92 persen.

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda