Turun Lagi, HBA Juni Sebesar USD81,48 per Ton

Turun Lagi, HBA Juni Sebesar USD81,48 per Ton
ilustrasi
Jakarta,TAMBANG –  Trend Harga Batubara Acuan (HBA) bulan Juni 2019 belum menunjukkan perbaikan positif.   Kini, Pemerintah menetapkan HBA melalui  Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor  92 K/ 30/MEM/2019 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan untuk bulan Juni 2019, sebesar USD81,48 per ton. Harga ini turun USD0,38 dari HBA Mei 2019 sebesar USD81,86.   Harus diakui trend pelemahan harga batu bara telah terjadi sejak bulan Oktober 2018 silam. Setelah sempat menyentuh angka USD 107, 83 pe ton di Bulang Agustus 2018, harga salah satu sumber energi ini terus mengalami koreksi. Secara berurutan, harga batubara sempat berada di kisaran USD 100,89 per ton pada Oktober 2018. Kemudian, harganya melorot menjadi USD 97,90 per ton pada November dan sebesar USD 92,51 per ton pada Desember 2018.   Penurunan harga pun berlanjut ke tahun 2019 ini. Harga batubara di Januari di USD 92,41 per ton. Kemudian berlanjut di Februari menjadi USD 91,80 per ton. Di Bulan Maret harganya kembali turun menjadi USD90,57 per ton dan bulan lalu menyentuh angka USD88,85 per ton.   Untuk diketahui, HBA yang dikeluarkan Kementrian ESDM merupakan rata-rata dari beberapa indeks yakni Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platts 5900 pada bulan sebelumnya. Kualitas batu bara disetarakan pada kalori 6322 kcal per kilogram GAR.   Sementara itu, Kementerian ESDM juga melansir Harga Mineral Acuan (HMA). Pada sektor nikel ditetapkan USD12.100 per dmt, kemudian emas sebagai mineral ikutan sebesar USD1.283,69 per ons.  

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda