Untuk Kembangkan Tambang Emas Awak Mas, INDY Teken Pinjaman USD250 Juta

Untuk Kembangkan Tambang Emas Awak Mas, INDY Teken Pinjaman USD250 Juta
Jakarta,TAMBANG,-Perusahaan yang bergerak di bidang energi terintegrasi, PT Indika Energy,Tbk (INDY) telah menandatangani Perjanjian Fasilitas Kredit (Facility Agreement) senilai US$250,000,000 dengan beberapa bank yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (“Bank Mandiri”), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (“Bank BNI”), PT Bank UOB Indonesia (“UOB”), PT Bank DBS Indonesia (“DBS”), PT Bank KB Bukopin Tbk. (“KB Bukopin”). Demikian disampaikan dalam Keterbukaan Informasi pada Bursa Efek Indonesia,Senin (6/3) Dijelaskan bahwa bank-bank tersebut bertindak secara sendiri-sendiri atau bersama-sama, sebagai pengatur (iii), Bank BNI, sebagai Agen, (iv) Bank Mandiri sebagai Agen Jaminan, dan (v) Bank Mandiri dan Bank BNI, masing-masing bertindak sebagai Bank Rekening. Ikut menandatangani beberapa anak usaha Perseroan, yaitu PT Indika Inti Corpindo, PT Tripatra Multi Energi, PT Tripatra Engineering,  PT Tripatra Engineers and Constructors, dan Tripatra (Singapore) Pte. Ltd. sebagai para penanggung awal. Perusahaan-perusahaan yang tersebut di atas adalah anak-anak perusahaan dari Perseroan yang dimiliki oleh Perseroan sebesar 100% (seratus persen) secara langsung dan tidak langsung. Selain Perjanjian Fasilitas, Perseroan dan para pihak sebagaimana perbankan juga menandatangani Surat Fasilitas, Perjanjian Konfirmasi Jaminan dan Surat Tambahan untuk Perjanjian Antarkreditur. Perjanjian Fasilitas tersebut dijamin secara pari passu berdasarkan ketentuan-ketentuan dalam Indenture untuk Surat Utang Senior 5,875% sebesar US$575.000.000 dan Surat Utang Senior 8,250% sebesar US$675.000.000. Dijelaskan pula bahwa Fasilitas ini akan dipergunakan untuk pengembangan dan pembangunan Proyek Awak Mas dari PT Masmindo Dwi Area. Dan transaksi ini tidak berdampak material, namun akan meningkatkan kinerja Perseroan.  

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda