Warga Bekasi Mulai Menikmati Jaringan Gas Kota

Warga Bekasi Mulai Menikmati Jaringan Gas Kota Jakarta-TAMBANG- Mulai hari ini (Kamis, 11/02/2015), sekitar 900 rumah di wilayah Bekasi, Jawa Barat, mulai menikmati fasilitas jaringan gas kota. Daerah yang sudah dilewati jaringan ags kota tersebut diantaranya; wilayah Desa Jaya Mukti, Cikarang Pusat dan Kelurahan Serta Jaya, Cikarang Timur. Secara bertahap, jaringan gas kota akan mengaliri sekitar 4.000 sambuangan rumah tangga. Pengelolaan jaringan gas kota yang dibangun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) cq Ditjen Migas melalui tahun anggaran 2014, tersebut, dilakukan PT Pertamina (Persero) melalui afiliasinya, PT Pertagas Niaga. President Director PT Pertagas Niaga, Jugi Prajogio, mengatakan, sumber gas untuk jaringan gas kota tersebut berasal dari sumur Pertamina EP di wilayah Jawa Barat dengan alokasi 0,2 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). “Bekasi merupakan kota kedua yang menikmati fasilitas jaringan gas kota yang dikelola Pertamina pada tahun 2016, setelah Bulungan di Kalimantan Utara. Ini adalah bentuk sinergi Pertamina. Gasnya dari Pertamina EP, menggunakan pipa transmisi Pertagas dan pengelolanya Pertagas Niaga,” ujar Jugi. Jugi menambahkan, bahwa jaringan gas kota di Kabupaten Bekasi akan berkembang terus karena banyak potensi pelanggan kecil yang bisa memanfaatkan jaringan gas kota untuk bisnisnya. Untuk itu, lanjutnya, PT Pertagas Niaga menargetkan, pada tahun ini seluruh sambungan jargas Bekasi bisa semua teraliri. Pengelolaan jaringan gas kota sendiri, memang bidang komersialisasi PT Pertagas Niaga. Karena sebagai anak perusahaan dari PT Pertamina Gas yang resmi berdiri pada tahun 2010, lanjut Jugi, lingkup bisnis PT Pertagas Niaga, adalah komersialisasi gas bumi, baik melalui gas pipa, dalam bentuk CNG, LNG serta pengembangan jaringan gas kota. “Niaga gas meliputi membeli dan memasarkan gas produksi Pertamina EP, PHE/JOB, dan KKS, pemasaran dilakukan kepada konsumen industri,” kata Jugi. Saat ini, Pertagas Niaga tercatat telah mengoperasikan jaringan gas kota di Kota Jambi, Sengkang, Prabumulih, dan Kabupaten Sidoarjo dengan jumlah pengguna sekitar 17.000 pelanggan. Dengan pengoperasian ini, maka seluruh jumlah pelanggan jargas Pertamina ditargetkan akan mencapai 46.500 pelanggan hingga akhir tahun. Sambutan hangat diungkapkan masyarakat atas pengoperasian gas kota tersebut sebagaimana disampaikan Kepala Desa Jaya Mukti, Martin Harjawinata. “Warga sudah sejak lama menanti gas kota ini mengalir. Kami dan Pertamina sudah melakukan sosialisasi dan sambutan warga sangat baik, “ ujar Martin. Sesuai dengan Kepmen ESDM Nomor 3328 K/12/MEM/2015, pada tahun 2016 Pertagas Niaga menargetkan akan mengalirkan gas di kota/kabupaten lain. Di antaranya Kabupaten Sidoarjo, Ogan Ilir, Subang, Bontang, dan Lhokseumawe. Jaringan gas kota adalah jaringan pipa gas yang dibangun untuk mendistribusikan gas langsung ke rumah tangga atau pelanggan kecil. Di Indonesia, lokasi yang dialiri jargas diutamakan adalah wilayah yang memiliki sumur gas dan telah tersedia infrastruktur pipa gas. Penggunaan jaringan gas kota bagi masyarakat, memiliki sejumlah keuntungan. Yakni lebih aman, praktis, hemat serta mendukung program pemerintah untuk melaksanakan diversivikasi energi.

Artikel Terkait

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Jakarta, TAMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengisi posisi Menteri Keuangan hingga berakhirnya masa jabatan periode 2024-2029. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian

By Rian Wahyuddin
Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Jakarta, TAMBANG – Penguatan industri hilir mineral Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi. Para ahli metalurgi nasional (metallurgist) dituntut naik kelas dari pengguna teknologi (technology user) menjadi pencipta dan penyedia teknologi (technology creator dan technology provider). Guru Besar Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Zulfiadi Zulhan, mengatakan perubahan peran

By Rian Wahyuddin
PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin