Beranda Internasional Berikut Kinerja Rio Tinto Di Kuartal III-2022

Berikut Kinerja Rio Tinto Di Kuartal III-2022

Tambang bauksit Amrun, Queensland, milik Rio Tinto. Sumber foto: couriermail.com.au

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang raksasa asal Australia, Rio Tinto melaporkan kinerja kuartal III tahun ini. Secara umum perusahaan dengan aneka produk tambang ini mencatat kinerja positif. Hal ini disampaikan oleh Chief Executive Rio Tinto Jakob Stausholm.

“Mengoptimalkan secara penuh aset kami tetap menjadi prioritas. Produksi meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya di sebagian besar lokasi kami, terutama di mana kami telah menerapkan Rio Tinto Safety Production System (RTSPS). Kami mengembangkan keunggulan kami dalam tujuan pengembangan,fokus pada beberapa proyek besar dan memajukan tambang Pilbara ke tahap berikutnya,”terangnya.

Manajemen Rio Tinto juga sudah setuju untuk memasuki usaha patungan dengan Baowu untuk mengembangkan Western Range dan memodernisasi usaha patungan yang mencakup proyek Rhodes Ridge di Pilbara Timur. Lalu  membuka jalan untuk mengembangkan sumber daya yang signifikan dan berkualitas tinggi ini.

“Kami juga menyetujui penambahan modal untuk penambangan bawah tanah di Kennecott, pendanaan pekerjaan awal di Rincon Lithium dan terus mengembangkan Oyu Tolgoi. Proposal kami untuk menjadikan Turquoise Hill Resources tambang utama mendapat dukungan bulat dari Dewan Turquoise Hill yang telah merekomendasikan suara pemegang saham yang mendukung transaksi tersebut,”jelas Jakob.

Jakob pun menambahkan pihaknya akan terus melanjutkan strategi yang terkait dengan dekarbonisasi. Untuk hal ini Rio Tinto telah menjalin kemitraan dengan Pemerintah Kanada untuk berinvestasi hingga C$737 juta selama delapan tahun terkait upaya mendekarbonisasi operasi Rio Tinto Fer et Titane di Québec. Juga memposisikan bisnis sebagai pusat keunggulan untuk pemrosesan mineral penting.

Dari sisi operasional,tambang Pilbara di kuartal II menghasilkan 84,3 juta ton (100% basis). Artinya 1% lebih tinggi dari kuartal ketiga 2021 dan 7% lebih tinggi dari kuartal sebelumnya dengan komisioning lanjutan dan peningkatan Gudai-Darri dan Robe Valley. Sementara pengiriman mencapai 82,9 juta ton (berbasis 100%) atau 1% lebih rendah dari kuartal ketiga tahun 2021. Namun 4% lebih tinggi dari kuartal sebelumnya. Meski ada dua kali penghentian kereta api yang tidak direncanakan di jalur Yandicoogina dan Gudai-Darri. Pengiriman setahun penuh diharapkan berada di ujung bawah kisaran asli 320 hingga 335 juta ton.

Pada 14 September, Rio Tinto telah setuju untuk memasuki usaha patungan dengan China Baowu Steel Group Co. Ltd. Ini terkait dengan proyek bijih besi Western Range di Pilbara. Investasinya mencapai USD2 miliar dimana Rio Tinto menyetor USD1,3 miliar. Investasi ini digunakan  untuk mengembangkan tambang. Kapasitas tahunannya sebesar 25 juta ton akan membantu mempertahankan produksi Pilbara Blend, dengan konstruksi diharapkan akan dimulai pada awal 2023. Lalu produksi pertama direncanakan pada tahun 2025.

Transaksi dengan Baowu akan tunduk pada pemenuhan berbagai kondisi preseden, termasuk persetujuan dari pemegang saham Rio Tinto, Pemerintah Australia, badan pengatur Pemerintah Cina dan Pemerintah Australia Barat.

Rio Tinto juga sudah sepakat dengan Wright Prospecting Pty Ltd, untuk memodernisasi usaha patungan yang mencakup proyek Rhodes Ridge di Pilbara Timur, Australia Barat. Usaha patungan tersebut memperbarui perjanjian yang ada antara kedua pihak sejak tahun 1972. Sekarang sedang menyediakan jalur untuk pengembangan deposit Rhodes Ridge dengan memanfaatkan infrastruktur kereta api, pelabuhan, dan listrik Rio Tinto.

Untuk hal ini telah memulai studi Order of Magnitude, yang akan dilakukan oleh Rio Tinto dengan mempertimbangkan pengembangan operasi sebelum akhir dekade dengan kapasitas pabrik awal hingga 40 juta ton per tahun. Namun hal ini tergantung pada diterimanya persetujuan yang relevan.

Produksi bauksit sebesar 13,7 juta ton lebih rendah 2% dari kuartal ketiga tahun 2021 karena masalah keandalan peralatan di Gove. Produksi aluminium tercatat sebesar 0,8 juta ton. Ini lebih rendah 2% dari kuartal ketiga tahun 2021 akan tetapi 4% lebih tinggi dari kuartal sebelumnya karena pabrik peleburan Kitimat terus meningkat dan upaya pemulihan sel pabrik peleburan Boyne berjalan seperti yang diharapkan.

Produksi tembaga menapai sebesar 138 ribu ton atau 10% lebih tinggi dari kuartal ketiga tahun 2021 karena kadar dan perolehan yang lebih tinggi di Kennecott. Ini diimbangi oleh kadar dan perolehan yang lebih rendah di Oyu Tolgoi sebagai akibat dari rangkaian tambang yang direncanakan. Panduan produksi tembaga olahan telah dikurangi menjadi 190 menjadi 220 ribu ton (sebelumnya 230 menjadi 290 ribu ton), mengingat risiko penurunan lebih lanjut terkait dengan kinerja pabrik peleburan dan penyulingan Kennecott, hingga kami melakukan pembangunan kembali terbesar dalam sembilan tahun yang direncanakan untuk kuartal kedua tahun 2023.

Rio Tinto juga sudah menyetujui tambahan modal untuk pengembangan sebesar USD55 juta untuk memulai penambangan bawah tanah dan memperluas produksi di Kennecott. Untuk tahap awal akan fokus pada area Skarn Komersial Bawah, yang akan mengirimkan total sekitar 30 ribu ton tembaga tambahan selama periode hingga 2027 bersamaan dengan operasi open cut. Bijih pertama diharapkan dapat diproduksi pada awal 2023, dengan produksi penuh pada paruh kedua tahun ini. Kendaraan listrik baterai bawah tanah saat ini sedang diuji coba di Kennecott untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan karyawan, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi emisi karbon dari armada penambangan bawah tanah di masa depan.

Perusahaan juga telah menandatangani perjanjian yang mengikat untuk mengakuisisi semua sisa saham Turquoise Hill Resources yang saat ini tidak dimiliki Rio Tinto, dengan persetujuan pemegang saham. Transaksi ini memberikan nilai yang signifikan kepada pemegang saham minoritas Turquoise Hill dengan kepastian penawaran tunai sebesar C$43 per saham dengan total pertimbangan tunai sebesar $3,3 miliar), dan memberikan kepastian pendanaan yang lebih besar untuk kesuksesan jangka panjang Oyu proyek Tolgoi.

Produksi terak titanium dioksida sebesar 310 ribu ton naik 48% dibandingkan kuartal ketiga tahun 2021, karena gangguan masyarakat di Richards Bay Minerals di Afrika Selatan pada tahun 2021. Kinerja operasinya terus membaik di Rio Tinto Fer et Titane (RTFT), Kanada.

Sementara produksi pelet dan konsentrat Iron Ore Company of Canada (IOC) 28% lebih tinggi dari kuartal ketiga tahun 2021 karena kinerja operasional yang lebih baik serta waktu penutupan pemeliharaan tahunan yang direncanakan (tujuh hari) yang berhasil diselesaikan pada bulan Juni dari rencana sebelumnya direncanakan pekerjaan selesai pada bulan September tahun 2021.

Artikulli paraprakPTAR Sukses Gelar Empat Kali Operasi Katarak Gratis Di Batangtoru
Artikulli tjetërTerimbas Pandemi Covid-19, Operasi Smelter Tembaga AMMAN Mundur Ke Akhir 2024